Bacaan Doa Niat Zakat Fitrah Dan Mal Hukum Yang Berhak Menerima

Pengertian zakat adalah pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat tertentu, dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Atau secara jelasnya dapat di pahami bahwa zakat ini mengeluarkan harta dari hasil usaha yang sudah mencapai pada ketentuan untuk mengeluarkan jakan dalam jumlah tertentu untuk di berikan kepada golongan yang berhak menerima zakat itu sendiri (mustahik zakat), harta tersebut baik itu berupa uang atau hasil pertanian seperti padi/beras. Berbeda dengan infak atau sedekah yang tidak di batasi ukuran serta jenisnya, dalam zakat ini memiliki ketentuan ukuran dan jenis harta yang di keluarkan.

Hukum zakat adalah wajib bagi setiap umat muslim karena selain menjadi unsur pokok dari agama islam juga termasuk pada salah satu rukun islam sebelum ibadah haji. Setiap orang islam baik laki-laki atau perempuan wajib menunaikan zakat seperti hal nya juga jadwal sholat apabila sudah sampai pada syarat-syarat yang sudah di tentukan dalam syariat, apabila tidak di penuhi maka dosa yang nyata baginya. Selain itu juga zakat ini termasuk ibadah selain sholat dan puasa yang di atur langsung oleh al-qur'an, banyak ayat yang menerangkan tentang kewajiban mengeluarkan zakat tersebut seperti salah satunya yang di kutip dalam QS. al-Bayyinah.

Bagi orang yang memperhatikan zakat serta mengeluarkannya secara ruti apabila sudah sampai hartanya pada nisab selain telah sempurna menunaikan salah satu rukun islam juga tergolong orang yang beruntuk dan akan selalu di lapangkan kehidupannya. Tetapi sebaliknya bagi mereka yang lalai atau tidak mau mengeluarkan zakat tersebut maka ancaman baginya adalah siksa dosa yang amat pedih seperti dia akan di sulut oleh batu dan besi yang terlebih dahulu di panaskan dalam bara api neraka jahanam, sebagaimana keterangan ini tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 34 bunyinya.

Doa Niat Zakat Fitrah Dan Mal

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”

Syarat Wajib Zakat

1. Muslim.
2. Berakal.
3. Balig.
3. Memiliki harta sendiri dan sudah mencapai nisab.

Macam-macam Zakat

1. Zakat nafs (jiwa), disebut juga zakat fitrah.
2. Zakat mâl (harta).

Yang Berhak Menerima Zakat (Mustahiq Zakat)

1. Fakir (orang yang tidak memiliki harta)
2. Miskin (orang yang penghasilannya tidak mencukupi)
3. Riqab (hamba sahaya atau budak)
4. Gharim (orang yang memiliki banyak hutang)
5. Mualaf (orang yang baru masuk Islam)
6. Fisabilillah (pejuang di jalan Allah)
7. Ibnu Sabil (musyafir dan para pelajar perantauan)
8. Amil zakat (panitia penerima dan pengelola dana zakat)

A. Zakat Fitrah

Pengertian zakat fitrah adalah kewajiban yang harus di penuhi oleh setiap individu umat islam baik dari kalangan wanita atau laki-laki yang mampu untuk mengeluarkan zakat tersebut pada waktu akhir bulan ramadhan atau sebelum melaksanakan sholat hari raya idul fitri dengan jumlah harta sesuai yang sudah di tentukan oleh syariat. Zakat fitrah ini juga sebagai sarana pembersih harta dan penyempurna ibadah puasa, amalan puasa selama sebulan lebih afdhal dengan di tutup membayar zakat fitrah tersebut.

Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

Zakat fitrah ini selain memiliki ketentuan khusus dalam ukuran dan jenis yang di keluarkan, juga memiliki ketentuan waktu mengeluarkan zakat fitrah itu sendiri, mulai dari waktu harus, wajib, makruh hingga di haramkan mengeluarkan zakat fitrah, jika di kategorikan maka sebagai berikut.

1. Waktu Harus yaitu bermula dari awal bulan Ramadhan sampai akhir bulan Ramadhan

2. Waktu Wajib yaitu setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan

3. Waktu Afdhal yaitu setelah melaksanakan solat subuh pada hari akhir Ramadhan sampai sebelum mengerjakan sholat idul fitri

4. Waktu Makruh yaitu setelah melaksanakan sholat idul fitri hingga sebelum terbenam matahari

5. Waktu Haram yaitu setelah matahari terbenam pada hari raya Idul Fitri

Syarat Wajib Zakat Fitrah

1. Beragama Islam dan Merdeka,

2. Menemui dua waktu yaitu diantara bulan Ramadhan dan Syawal walaupun hanya sesaat,

3. Mempunyai harta yang lebih dari pada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya.

Ukuran Zakat Fitrah

Setelah mengetahui tentang pengertian hukum dan waktu mengeluarkan zakat fitrah, selanjutnya fahami berapa besar ukuran dari zakat fitrah itu sendiri. Mulai dari belita hingga orang dewasa besarnya jakat fitrah adalah sebanyak 3,5 liter atau 2'5 kg beras, jika ingin membayarnya dengan bentuk uang maka hitung saja harga beras tersebut berapa, kemudian berikan kepada pihak lembaga amil zakat di temapat masing-masing pada waktu yang sudah di tentukan.

Doa Niat Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan ibadah yang wajib di penuhi oleh seluruh pemeluk agama islam bahkan bayi yang baru lahir di akhir bulan ramadhan pun wajib di kelaurkkan zakat fitrahnya. Di karenakan menjadi sebuah amalan ibadah wajib maka zakat fitrah juda di syariatkan untk di seratai niat khusus ketika akan mengeluarkannya baik itu zakat untuk diri sendiri atau orang lain yang di wakilkan.

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya : “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”

Doa Menerima Zakat Fitrah

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.

B. Zakat Mal / Harta

Yang di maksud dengan zakat mal di sini adalah meliputi harga milik diri sendiri baik berupa uang, emas, surat berharga, aset yang disewakan, harta pertanian, pertambangan termasuk hasil profesi dan lain sebagainya. Ketika harga tersebut sudah menghasilkan serta sampai pada hitungan nisab zakat maka wajib untuk mengeluarkan sebagiannya demi memenuhi zakat tersebut dan ini sudah di atur dalam syariat islam.

Nisab Dan Ukuran Zakat Mal

Nisab adalah berupa batasan antara apakah kekayaan itu wajib zakat atau belum, jika harta seseorang sudah mencapau batasan ukuran nisab maka wajib di keluarkan zakatnya, tetapi sebaliknya apabila belum mencapai titik ketentuan ukuran nisab maka tidak wajib. Adapaun batasan nisab antara suber sumber zakat dengan yang lainnya tentu berbeda misalnya untuk peternakan sekian dan untuk harta perniagaan menjadi sekian begitu jenis barang yang lainnya.

Batasan Nisab Wajib Zakat Peternakan

Unta 5 (lima) ekor
Sapi, Kerbau, dan Kuda 30 ekor
Kambing atau Domba 40 ekor
Unggas (Ayam, Bebek, Burung) dan Ikan

Adapun untuk Unggas Ayam, Bebek, Burung serta Ikan ini tidak tidak di hitung nisabnya berdasarkan jumlah ekor seperti unta sapi atau yang leinnya, melainkan berdasarkan skala usaha. Ternak unggas dan perikanan adalah setara dengan 20 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas murni) atau sama dengan 85 gram emas murni (24 karat).

Apabila seseorang beternak ikan, dan pada akhir tahun (tutup buku) ia memiliki kekayaan berupa modal kerja dan keuntungan lebih besar, kira-kira setara dengan 85 gram emas murni, ia terkena kewajiban zakat sebesar 2,5%. Dengan demikian, usaha tersebut digolongan ke dalam zakat perniagaan.

Contoh:

Seorang peternak ayam broiler memelihara 1000 ekor ayam per minggu. Pada akhir tahun (tutup buku) terdapat laporan keuangan sebagai berikut:

Stock ayam broiler 5600 ekor (dalam berbagai umur) ditaksir harga sebesar Rp 20.000.000,-
Uang kas/bank setelah dikurangi pajak Rp 10.000.000,-
Stok pakan & obat-obatan Rp 2.000.000,-
Piutang (dapat tertagih) Rp 5.000.000,-

Jumlah Rp 37.000.000,-
Utang jatuh tempo Rp (5.000.000)

Saldo Rp 32.000.000,-
Kadar zakat yang harus dibayarkan:
2,5% x 32.000.000 = Rp 800.000

Catatan:
Kandang dan alat-alat peternakan tidak diperhitungkan sebagai harta yang wajib dizakati, karena tidak diperjualbelikan. Nisabnya adalah 85 gram emas murni; jika @ Rp 200.000, 85 gram x Rp 200.000,- = Rp 17.000.000,-.

Batasan Nisab Wajib Zakat Perniagaan dan Perusahaan

Nisab dan kadar zakat perusahaan dianalogikan dengan wajib zakat perniagaan, yaitu 85 gram emas. Adapun kadar zakatnya adalah 2,5% dari aset wajib zakat yang dimiliki perusahaan selama masa satu tahun.

Cara menghitung zakat perniagaan atau perusahaan Kekayaan yang dimiliki badan usaha tidak lepas dari salah satu atau lebih dari tiga bentuk di bawah ini:

Kekayaan dalam bentuk barang.
Uang tunai/bank.
Piutang.

Maka, yang dimaksud harta perniagaan yang wajib dizakati adalah ketiga bentuk harta tersebut dikurangi dengan kewajiban perusahaan, seperti utang yang harus dibayar (jatuh tempo) dan pajak.

Contoh:

Sebuah perusahaan meubel pada tutup buku per 31 Desember 2010 dalam kondisi keuangan sebagai berikut:

Stock meubel 10 set seharga Rp 20.000.000,-
Uang tunai/bank Rp 20.000.000,-
Piutang Rp 5.000.000,-

Jumlah Rp 45.000.000,-
Utang dan pajak Rp (5.000.000)

Saldo Rp 40.000.000,-

Besar zakat yang harus dibayarkan:
2,5% x Rp 40.000.000,- = Rp 1.000.000,-

Batasan Nisab Wajib Zakat Hasil Pertanian

Nisab hasil pertanian merupakan 5 wasq ataupun setara dengan 653 kilogram. Apabila hasil pertanian tersebut tercantum santapan pokok, semacam beras, jagung, gandum, serta kurma, nisabnya merupakan 653 kilogram dari hasil pertanian tersebut. Namun bila hasil pertanian itu tidak hanya santapan pokok, semacam buah- buahan, sayur- mayur, daun, serta bunga, nisabnya disetarakan dengan harga nisab dari santapan pokok yang sangat universal di wilayah( negara) tersebut, mi- salnya buat Indonesia merupakan beras.

Kandungan zakat buat hasil pertanian, apabila diairi dengan air hujan, sungai, ataupun mata air merupakan 10%, namun apabila hasil pertanian diairi dengan disirami ataupun irigasi( terdapat bayaran bonus), zakatnya merupakan 5%.

Dari syarat ini bisa dimengerti kalau pada tumbuhan yang disirami( irigasi), zakatnya merupakan 5%. Maksudnya, 5% yang yang lain dialokasikan buat bayaran pengairan. Imam az- Zarkani berkomentar, apabila pengelolaan lahan pertanian diairi dengan air hujan( sungai) serta disirami( irigasi) denganperbandingan 50: 50, zakatnya merupakan 7, 5%( 3/ 4 dari 10%).

Pada sistem pengairan dikala ini bayaran tidak semata- mata air, namun terdapat biaya- biaya lain semacam pupuk, serta insektisida. Buat memudahkan perhitungan zakatnya, bayaran pupuk, insektisida serta sebagainya diambil dari hasil panen, setelah itu sisanya( apabila melebihi nisab) dikeluarkan zakatnya 10% ataupun 5%( bergantung sistem pengairan).

Contoh:

Pada sawah tadah hujan ditanami padi. Dalam pengelolaan dibutuhkan pupuk dan insektisida seharga Rp 200.000,-

Hasil panen 5 ton beras.
Hasil panen (bruto) 5 ton beras = 5.000 kg
Saprotan = Rp 200.000 atau = 200 kg
Netto = 4.800 kg
Besar zakatnya: 10% x 4.800 kg = 480 kg

Batasan Nisab Wajib Zakat Emas dan Perak atau Harta Simpanan

Nisab emas serta perak merupakan 20 dinar( 85 gr emas murni) serta perak merupakan 200 dirham( setara 595 gr perak). Maksudnya, apabila seorang sudah mempunyai emas ataupun perak sebesar 20 dinar ataupun 200 dirham serta telah memilikinya sepanjang setahun, hingga dia terserang kewajiban zakat sebesar 2, 5%. Demikian pula tipe harta yang ialah harta simpanan serta bisa dikategorikan dalam emas serta perak, semacam duit tunai, tabungan, cek, saham, pesan berharga maupun wujud yang lain. Nisab serta kadat zakat nya sama dengan syarat emas serta perak. Maksudnya, bila seorang mempunyai beragam wujud harta serta jumlah akumulasinyalebih besar ataupun sama dengan nisab( 85 gr emas), dia sudah tekena kewajiban zakat sebesar 2, 5%

Contoh:

Seseorang memiliki harta kekayaan setelah satu tahun sebagai berikut:

Tabungan, deposito, obligasi Rp 100.000.000,-
Uang tunai (di luar kebutuhan pokok)Rp 5.000.000,-
Perhiasan emas (berbagai bentuk) 150 gram
Utang jatuh tempo Rp 5.000.000,-

Perhiasan emas yang digunakan sehari-hari atau sewaktu-waktu tidak wajib dizakati, kecuali melebihi jumlah maksimal perhiasan yang layak zakat. Jika seseorang layak memakai perhiasan maksimal 50 gram, maka yang wajib dizakati hanyalah perhiasan yang melampaui 50 gram, yaitu 100 gram.

Dengan demikian, jatuh tempo harta yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah sebagai berikut:

Tabungan, deposito, obligasi, Rp 100.000.000,-
Uang tunai Rp 5.000.000,-
Emas (150 – 50 = 100 gram) @Rp 350.000 x 100 gram Rp 35.000.000,-

Jumlah Rp 140.000.000,-
Utang jatuh tempo Rp (5.000.000)

Saldo Rp 135.000.000,-
Besar zakat yang harus dikeluarkan:
2,5 % x Rp 135.000.000,- = Rp 3.375.000

Batasan Nisab Wajib Zakat Profesi

Zakat profesi memanglah belum sering di dengar dalam khazanah keilmuan Islam klasik. Hingga dari itu, hasil profesi dikategorikan bagaikan tipe harta harus zakat bersumber pada kias( analogi) atas kemiripan( syabbah) terhadap ciri harta zakat yang sudah terdapat, ialah:

Model mendapatkan harta pemasukan( profesi) mirip dengan panen( hasil pertanian), sehingga harta ini bisa dikiaskan pada zakat pertanian bersumber pada nisab( 653 kilogram gabah kering giling ataupun setara dengan 522 kilogram beras) serta waktu pengeluaran zakatnya( tiap kali panen),

Model harta yang diterima bagaikan pemasukan berbentuk duit, sehingga tipe harta ini bisa dikiaskan pada zakat harta( simpanan ataupun kekayaan) bersumber pada kandungan zakat yang wajib dibayarkan( 2, 5%).

Dengan demikian, apabila hasil profesi seorang sudah penuhi syarat harus zakat, dia berkewajiban menunaikan zakatnya.

Contoh menghitung zakat profesi :

Zainal Abidin adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di Bogor. Ia mempunyai seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Penghasilan per bulannya adalah Rp 5.000.000,-.

Pendapatan gaji per bulan Rp 5.000.000,-
Nisab 522 kg beras @Rp 7.000 (relatif) Rp 3.654.000,-
Rumus zakat = (2,5% x besar gaji per bulan),-
Zakat yang harus ditunaikan Rp 125.000,-
Zakat profesi juga bisa diakumulasikan dalam satu tahun. Caranya, jumlah pendapatan gaji berikut bonus dan lainnya dikalikan satu tahun kemudian apabila hasilnya mencapai nisab, selanjutnya dikalikan dengan kadar zakat 2,5%.
Jadi, Rp 5.000.000,- x 13 = Rp 65.000.000,-
Jumlah zakatnya adalah 65.000.000,- x 2.5% = Rp 1.625.000,-

Golongan yang haram Menerima Zakat

Jika Seandainya di atas telah di ulas siapa saja orang atau golongan yang berhak menerima zakat fitrah, maka di luar itu juga terdapat golongan yang haram menerima zakat tersebut sepeti :

1. Orang kaya dan orang mampu berusaha

2. Orang yang menjadi tanggung jawab para wajib zakat (muzakki)

3. Keluarga Bani Hasyim dan Bani Mutalib (Ahlulbait)

4. Orang kafir dan atheis

Sampai di sini maka sudah dapat di pahami tentang pembahasan zakat, maka harus di ingat bahwa kewajiban membayar zakat ini harus di perhatikan jangan sampai mengabaikannya karena termasuk salah satu rukun islam. Serta harus di pahami juga bahwa selain kewajiban zakat juga termasuk ibadah yang memiliki hikmah luar biasa terutama yang berhubungan dengan kemanusiaan seperti dengan berzakat berarti telah mewujudkan sistem kemasyarakatan Islam, membantu, menolong, dan menyantuni orang tidak mampu.

Semoga tilisan yang cukup singkat ini terutama berkaitan langsung dengan bacaan doa niat zakat fitrah dan mal hukum yang berhak menerima materi, jenis, hukum, dalil, pengertian, penghasilan, emas, profesi, contohnya, waktu mengeluarkan, berapa persen, penerima, hadits tentang zakat mal, uang, ketentuan, tujuan dan yang lainnya. Silahkan untuk di kaji dengan baik agar dapat di pahami sehingga nantinya bisa teramalkan dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang telah di syariatkan dalam agama ini, teutama yang merasa memiliki hasil lebih dari penghasilannya.
© 2020 ALkaromah.Net - Contact - Privacy - Disclaimer