Doa Niat Puasa Tata Cara Bacaan Sholat

Bacaan Teks Kumpulan Sholawat Nabi Pendek Latin Arab Lengkap

Sholawat adalah doa atau memiliki arti bahasa kesejahtraan, kemuliaan dan keberkahan. Tujuan dari membacakannya selain sebagai amalan berpahala yang di sukai allah swt juga sebagai penghormatan penghargaan kepada nabi dengan cara memujinya melalui bacaan rangkaian kalimat penuh kebaikan. Bukan tanpa dasar jika umat muslim dari dulu gemar bersholawat, ada banyak dalil yang dengan jelas menerangkan keutamaan dan keajaiban mengamalkannya, di antaranya jaminan masuk surga.

Jika sholawat tersebut memiliki arti sebagai doa, pertanyaannya untuk siapa, apakah baginda nabi yang di maksud? padahal bukankah nabi saw sudah di penuhi limpahan rahmat allah swt, bahkan sebaliknya justru kita sendiri yang membutuhkan doa. Jawabannya di paparkan Syekh Ismail Al-Hamidi yang di kutif oleh Syekh M Nawawi Banten dalam Kasyifatus Saja Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], hal-4 . Dalam kutifannya Syeh nawawi menjelaskan tentang tujuan sholawat tersebut.

Namun tujuan pasti dengan bersholawat ini sebagai bentuk tawasul agar lebih mudah mendapatkan rahmat dan kasih sayang allah swt dengan cara memuji ciptaan paling di kasihinya yaitu banginda nabi muhammad saw. Juga selain itu membacakan sholawat sebagai bentuk rasa syukur kepada allah atas ciptaan makhluk termulia yang telah menunjukan dan membawa makhluk penghuni alam semesta ini ke arah yang benar guna untuk mendapat nikmat yang haqiqi.

Amalan Di Bulan Rajab Lengkap Keutamaan Dan Larangannya

Rajab adalah salah satu di antara bulan hijriyah yang berada antara Jumadil Akhirah dan sya'ban, serta mendekati pada ramadhan dalam perhitungan tahun yang di pakai oleh agama islam. Bulan rajab juga termasuk yang di unggulkan serta memiliki keutamaan dan keitimewaan di dalamnya, bahkan tergolong sebagai bulan haram atau artinya di haramkan pada bulan ini melakukan kekejian hingga peperangan serta di anjurkan untuk mengisinya dengan amal kebaikan sebagai tanda penghormatan dengan datangnya bulan mulia tersebut.

Dalam syariat islam dikenal dengan empat bulan haram sebagaimana yang tercantum dalam salah satu hadits nabi saw dari Abu Bakroh mengemukakan di antara 4 bulan tersebut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram serta terakhir bulan rajab. Di katakan sebagai bulan haram atau bulan mulia, karena pada bulan-bulan tersebut semua amal kebaikan di hitung pahalanya berlipat ganda contoh salah satunya seperti niat puasa rajab atau amalan sunnah puasa, serta selain itu juga banyak peristiwa agung yang terjadi pada bulan tersebut.

Rajab juga termasuk bulan yang dekat dengan ramadhan dan hanya terpisah oleh sya'ban, sehingga para ulama terdahulu selalu menjadikan rajab sebagai momentum untuk mempersiapkan diri dalam menyambut datangnya bulan ramadhan terutama yang berkaitan dengan masalah ruhiyah. Dengan adanya hal ini tidak heran jika lahirlah sebuah doa bulan rajab yang berbunyi "allahumma baariklanaa fii rajaba wa sya'bana" yang sampai saat ini masih di amalkan dengan baik oleh sebagian besar umat islam, serta doa khusus bulan rajab ini juga tercantum dalam salah satu hadits Al-Baihaqi dan Thabrani namun kedudukannya dhaif.

Amalan Bulan Rajab

Salah satu yang cukup populer pada bulan rajab yaitu terjadinya peristiwa agung di luar nalar manusia biasa yaitu kisah tentang isra mi'raj baginda nabi saw yang di yakini terjadi pada bulan rajab. Kejadian ini hanya bisa di akui oleh mereka dengan keimanan tinggi sebab pasalnya isra mi'raj sendiri berlangsung hanya satu malam mengisahkan perjalanan makah madinah den naik ke atas langit. Sungguh agung kejadian tersebut dan susah di yakini oleh orang biasa yang keimanannya masih lembek, namun ini adalah bukti dari kekuasaan allah yang terjadi pada bulan rajab.

Rasulullah SAW bersabda

رَجَبٌ شَهْرُ اللهِ وَشَعَبَانُ شَهْرِيْ وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِيْ

Artinya : “Rajab adalah bulannya Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulannya umatku. (Jâmi'ul Ahadits, Hadits Nomor 12682)

Sayang sekali jika seandainya buln yang penuh dengan kemuliaan tersebut berlalu begitu saja tanpa di manfaatkan dengan baik oleh beragam amal kebaikan. Perlu di ingat oleh kita semua bahwa rajab memiliki malam isra mi'raj, sya'ban memiliki malam nisfu sya'ban serta ramadhan yaitu malam lailatul qadar, mari kita semua sambut kedatangan bulan ini dengan di isi oleh amal kebaikan terutama ibadah sebagaimana yang telah di ajarkan oleh baginda nabi serta para ulama terdahulu.

Amalan Di Bulan Rajab

1. Mandi Awal Bulan Rajab

2. Puasa Sunnah

3. Memperbanyak istighfar

4. Berdoa Di Bulan Rajab

5. Wirid di Jum’at akhir pada bulan Rajab

6. Memperbanyak Shodakoh

7. Jauhi maksiat

Syekh Abdul Qadir al-Jilani dalam kitab al-Ghun-yah meriwayatkan

كَانَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يُفَرِّغُ نَفْسَهُ لِلْعِبَادَةِ فِيْ أَرْبَعِ لَيَالٍ فِي السَّنَةِ، وَهِيَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَةُ الْأَضْحَى، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ. وَكَانَ مِنْ دُعَائِهِ فِيْهَا:

Artinya : “Sayyidina Ali radhiyallaahu ‘anhu memfokuskan dirinya untuk beribadah dalam empat malam dalam satu tahun, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, dan malam Nishfu Sya’ban.”

Tidak ada perselisihan di kalangan para ulama bahwa bulan rajab adalah bulan mulia yang penting di agungkan dengan cara mengisinya oleh amalan sunnah salah satunya seperti puasa sunnah bulan rajab. Keistimewaan dan keutamaan bulan rajab tersebut sungguh luar biasa sekali sebab selain menjadi bulan mulia juga umat islam bisa mengambil sebuah pengetahuan penting yang berhubungan dengan kekuasaan allah dengan adanya bulan rajab tersebut, terutama dari kisah isra dan mi'raj.

Sebagai sebuah pengetahuan penting terutama bagi kalian yang sedang mencari referensi mengenai amalan bulan rajab dan larangann pada bulan rajab, silahkan untuk di cermati semua pembahasan di atas yang telah kami rangkum sedetail mungkin. Namun perlu di ketahui, masih banyak pengetahuan yang bisa di pelajari seputar bulan rajab tersebut terutama tentang amalan-amalan sesuai sunnah dan lain sebagainya.

Bacaan Doa Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Dzikir Pendek Lengkap

Berdoa setelah sholat fardhu merupakan amalan yang ringan di lakukan tetapi sukar di kerjakan secara istiqomah, karena banyak sekali tantangan dan godaannya terutama rasa malas. Tidak sedikit dari saudara muslim saat selesai melakukan sholat berjamaah langsung pergi meninggalkan masjid tanpa sempat mengangkat tangan untuk berdoa apalagi berdzikir. Padahal di antara waktu yang lebih utama untuk membacakan doa adala setiap selesai sholat baik itu waktu subuh, dhuhur, maghrib dan yang lainnya.

Memang betul bahwa doa yang di maksud ini tidak termasuk pada bacaan sholat atau rukun dari ibadah wajib tersebut tetapi hanya sebatas sunnah. Namun jangan sekali-kali menggap sebelah mata terhadap anjuran sunnah tersebut karena apabila sesuatu yang di sunnahkan sudah berani di anggap tidak penting apalagi kebaikan yang lainnya. Tulisan ini hanyalah sebagai pengingat saja, bahwa berdoa setelah sholat termasuk amalan penting yang memiliki keutamaan tinggi sekali.

Sebetulnya mengenai bacaan doa dan dzikir setelah sholat fardhu 5 waktu tidak ada perbedaan pendapat, adapun yang muncul di sebagian kalangan hanya dari sisi antara di bersamakan atau tidaknya. Tetapi jika merujuk pada salah satu hadits yang di riwayatkan oleh al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak, bahwasanya apabila kaum muslimin berkumpul lalu sebagian berdoa dan yang lainnya mengamini doa tersebut maka allah swt akan mengabulkan doanya.

Dalil Doa Setelah Sholat Fardhu

Di kabul atau tidaknya sebuah doa tidak di tentukan oleh banyak dan tidaknya yang berdoa tetapi kembali pada diri masing-masing khusu atau ikhlasnya dalam melakukan doa, namun jika melihat pada keterangan di atas lebih utama apabila doa di bersamakan apalagi sesudah sholat fardhu. Keluar dari perbedaan di atas maka dari sekarang mari mulai lawan rasa malas untuk berusaha istiqomah duduk sejenak berdzikir lalu berdoa setiap sesudah sholat fardhu atau sunnah, jangan hanya di lakukan ketika ada keinginan saja.

Lalu bagaimana susunan dari bacaan dzikir dan doa setelah sholat fardhu lima waktu? di lansir dari beberapa sumber serta yang umum di amalkan oleh kaum muslimin saat ini terutama mereka dari kalangan nahdliyin, ada beberapa bacaan wirid yang selalu di kumandangkan seperti di bawah ini. Tetapi jika memang memang ada bacaan khusus boleh saja membaca yang lain atau di tambahkan, bacaan ini hanya sebagai pembelajaran saja bagi yang ingin mengetahuinya.

Dzikir Setelah Sholat Fardhu

1. Membaca istighfar sebanyak tiga kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ×٣

2. Memuji Allah dengan kalimat:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

Ini berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim. Dalam riwayat lain sebagaimana dikutip Bidâyatul Hidâyah:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

3. Lalu membaca:

اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ .

Bacaan ini bisa kita temukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Muslim (muttafaqun ‘alaih). Dalam Bidâyatul Hidâyah disebutkan:

اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا رَآدَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ .

4. Berdoa agar diberi kemampuan untuk mengingat (dzikir), bersyukur, dan beribadah secara baik kepada Allah:

اَللَّـهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

(HR Abu Dawud)

5. Dilanjutkan dengan membaca:

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.

(dibaca tiga kali tiap selesai shalat fardhu, khusus setelah maghrib dan shubuh sepuluh kali)

6. Memohon perlindungan dari ganasnya neraka:

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

(tujuh kali bakda maghrib dan shubuh)

7. Membaca Ayat Kursi:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

8. Membaca Surat al-Baqarah ayat 285-286

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ، كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ، وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ. لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا، لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.

9. Disambung dengan penggalan dari Surat Ali Imran:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ، إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ، قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ، إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

10. Membaca Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, Surat an-Nas, lalu Surat al-Fatihah

11. Membaca tasbih, hamdala, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali:

سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣
اَلْحَمْدُلِلهِ ×٣٣
اَللهُ اَكْبَرْ ×٣٣

12. Kemudian dilanjutkan dengan:

اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُيُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِا للهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ. أَفْضَلُ ذِكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ

(Dibaca 300 kali bakda shubuh, 100 kali bakda isya, 50 kali bakda dhuhur, 50 kali bakda ashar, dan 100 kali bakda maghrib)

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

(dibaca bakda shubuh 300 atau 100 kali)

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

13. Wirid kemudian ditutup dengan doa sesuai dengan harapan masing-masing.

Contoh Doa Setelah Sholat fardhu

بسم الله الرحمن الرحيم

Bismillaahirohmaanirrohiim

Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

ألحمد لله رب العالمين

Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin.

Artinya : Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.

حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Hamday Yu-Waafii Ni’amahuu Wa Yukaafi’u Maziidah. Yaa Rabbanaa Lakalhamdu Wa Lakasy Syukru Ka-Maa Yambaghiilijalaaliwajhika Wa ‘Azhiimisul-Thaanik

Artinya : Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu

اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ

Allaahumma Shalliwasallim ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadiw Wa ‘Alaa Aali Sayyidinaa Muhammad. Shala Atan Tun Ajihnaa Bíhaa Minjamii’il Ahwaali Wal Aafaat. Wa Taqdhii Lanaa Bihaa Jamii’al Haajaat. Wa Tuthahhirunaa Bihaa Min Jamii’is Sayyi’aat. W Atarfa ‘ Un A A Bihaa ‘Indaka ‘ A’laddarajaat. Wa Tuballighunaa Bihaa Aqshal Ghaayaati Min Jamii’il Khairaatifil Hayaatiwa Ba’dal Mamaat. Innahu Samii’un Qariibum Mujiibud Da’awaat Wayaa Qaadhiyal Haajaat.

Artinya : Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya, yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan. Wahai Dzat yang Maha Memenuhi segala kebutuhan Hamba-Nya.

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ.

Allaahumma Innaa Nas’aluka Salaamatan Ftddiini Waddun-Yaa Wal Aakhirah. Wa ‘Aafiya-Tan Fil Jasadi Wa Shihhatan Fil Badani Wa Ziyaadatan Fil ‘Ilmi Wa Barakatan Firrizqi Wa Taub Atan Qablal Maut Wa Rahm Atan ‘Indalmaut Wa Maghfiratan Ba’d Al Maut. Allaahumma Hawwin ‘Alainaa Fii Sakaraatil Maut Wan Najaata Minan Naari Wal ‘Afwa ‘Indal Hisaab.

Artinya : Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepadaMu, kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Wahai Allah! Permudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, (Berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab.

اَللهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Allaahumma Innaa Na’uudzu Bika Minal ‘Ajzi Wal Kasali Wal Bukhli Wal Harami Wa ‘Adzaabil Qabri.

Artinya : Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari sifat lemah, malas, kikir, pikun dan dari azab kubur

اَللهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَيُسْتَجَابُ لَهَا.

Allaahummainnaa Na’uudzu Bika Min ‘Ilmin Laa Yanfa’ W Amin Qalbin Laa Yakhsya’ W Amin Nafsin Laa Tasyba’ Wamin Da’watin Laa Yustajaabu Lahaa.

Artinya : Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak kenal puas, dan dari doa yanag tak terkabul.

رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ

Rabbanagh Firlanaa Dzunuubanaa Wa Liwaa-Lidiinaa Walimasyaayikhinaa Wa Limu’alli-Mienaa Wa Liman Lahuu H Aqqun’ Alain Aa Wa Lim An Ahabba Wa Ahsana Ilainaa Wa Likaaffatil Mus Limun A Ajma’iin.

Artinya : Wahai Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang tua kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh umat islam

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbanaa Taqabbal Minnaa Innaka Antas Samii’ul ‘Aliim, Wa Tub ‘Alainaa Innaka Antat Ta Wwa Abur Rahiim

Artinya : Wahai Tuhan kami, perkenankanlah (permohonan) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.
Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa Aatinaa Fiddunnyaa Hasanah, Wa Fil Aakhirati Hasanah, Waqinaa ‘Adzaa Ban Naar.

Artinya : Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Washallallaahu ‘Alaa Sayyidinaa Muhamma-Din Wa’alaa Aalihiwa Shahbihiiwa Sallam, Wal Hamdu Lillaahirabbil ‘Aalamiin.

Artinya : Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam

Hadits Tentang Doa Setelah Sholat Fardhu

Setidaknya bacaan doa setelah sholat di atas bisa di hafal untuk nanti langsung amalkan setiap waktu, sengaja di tulis dengan secara lengkap agar para pembaca semua dapat memehami dengan jelas arti dari tiap kalimatnya sehingga berdoapun bisa lebih khusus. Itu saja sedikit dari pembahasan mengenai bacaan doa setelah sholat fardhu 5 waktu dzikir pendek lengkap semoga bermanfaat dan dapat di terima dengan baik oleh semua pembaca.

Doa Niat Puasa Arafah Dan Tarwiyah Bulan 9 - 8 Dzulhijjah Sebelum Idul Adha 2020

Niat Puasa Arafah Dan Tarwiyah - 10 hari pertama pertama bulan dzulhijjah adalah waktu paling baik untuk meningkatkan berbagai amalan sunnah serta memupuk kebiakan diri agar lebih berkualitas di hadapan allah swt. Banyak amalan yang bisa di lakukan pada saat tersebut salah satunya seperti mengerjakan puasa arafah dan tarwiyah pada tanggal 8 serta 9 dzulhijjah sebelum hari raya idul adha. Bahkan yang lebih istimewa lagi adanya ibadah qurban tepat pada tanggal sepuluh tersebut, yang mana ibadah yang satu ini memiliki keutamaan serta hikmah luar biasa.

Selain adanya anjuran untuk melakukan amalan sunnah, tepat pada bulan dzulhijjah juga merupakan waktu pelaksanaan ibadah haji, sebagai penyempurnaan dari salah rukun islam yang lima, namun kewajiban ini hanya di tentukan pada mereka yang sudah mampu melaksanakannya terutama dalam hal biaya. Sangat luar biasa sekali hikmah dan manfaat juga pahala bagi oang yang bisa melaksanakan ibadah haji minimal satu kali dalam hidupnya, karena selain telah sempurna melakukan rukun islam juga tentu merasa bangga dengan mengunjungi tanah suci yang merupakan tempat kelahiran baginda nabi saw.

Pelaksanaan puasa tanggal 8 yaitu tarwiyah dan 9 arafah sangat di anjurkan agar umat islam yang tidak bisa merasakan nikmatnya ibadah haji di tanah suci, masih bisa merasakan kenikmatan dari pahala kedua puasa tersebut. Sebagaimana dalam beberapa keterngan dalil hadits bahwa puasa arafah tersebut dapat menghapus dosa setahun lalu dan tahun yang akan datang. Selain itu juga di ceritakan bahwa rasulullah saw sangat menyukai perbuatan baik yang di kerjakan pada sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah meskipun di banding dengan berjihad di jalan allah swt.

Dzulhijjah termasuk bulan yang penuh dengan kebaikan bahkan lebih unggul di banding bulan lain, salah satu bukti dengan dijadikannya dzulhijjah sebagai waktu untuk pelaksanan ibadah haji umat islam. Selain itu juga bulan tersebut di jadikan waktu perayaan hari raya selain idul fitri yang di anjurkan umat islam agar melakukan shalat sunnah hari raya serta pada hari raya tersebut, terdapat sebuah ritual ibadah penyembelihan hewan qurban yang nanti daging dari penyembelihan hewan tersebut di bagikan kepada fakir miskin. Peristiwa tersebut tentu menjadi bukti nyata dari keistimewaan bulan dzulhijjah.

Niat Puasa Tariwyah 8 Dzulhijjah

Niat Puasa Tarwiyah


Untuk puasa tarwiyah sendiri di laksanakan pada tanggal delapan dzulhijjah, perintah dari pelaksanaan puasa ini berdasarkan pada salah satu hadits yang menyebutkan tentang keutamaan puasa tarwiyah yang dapat menghapus dosa satu tahun, meskipun ini redaksi hadits yang menyebutkan hal tersebut tergolong hadits dhaif, namun dalam hal ini para ulama bersepakat boleh mengamalkan hadits dhaif dalam rangka Fadla'ilul a’mal atau sebagai untuk memperoleh keutamaan.

Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

Niat Puasa Arafah

Sedangkan untuk puasa arafah sendiri di kerjakan pada tanggal sembilan dzulhijjah sehari sebelum pelaksanaan hari raya idul adha, serta puasa arafah ini juga hanya di perintahkan kepada mereka yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji, ada pun bagi yang sedang berhaji tidak masuk pada anjuran puasa arafah. Pelaksanaan waktu puasa arafah yang jatuh pada tanggal 9 bukan semata-mata karena sedang di lakukan wukuf arafah bagi yang beibadah haji, tetapi tanggal sembilan tersebut mengikuti perhitungan kalender hijriyah di negara masing-masing sebab antara indonesia dan arab terjadi perbedaan waktu antara 4 sampai 5 jam.

Dalam hal tata cara puasa tarwiyah dan arafah ini tidak berbeda dengan puasa lain baik dari sisi waktu pengerjaannya hinga hal-hal yang membatalkan puasa. Begitu juga wajib membaca niat puasa arafah dan tarwiyah bagi siapa pun yang akan mengerjakannya, dan niat ini di bacakan ada malam hari seperti ketika melakukan puasa ramadhan. Mari kita raih pahala yang besar pada bulan dzulhijjah, jika tidak dari ibadah haji setidaknya bisa mendapatkan kebaikan dari puasa sunnah atau ibadah kurban. Karena tentu sangat rugi apabila dzulhijjah berlalu begitu saja tanpa di manfaatkan sebaik mungkin untuk memufuk amal kebaikan.

Tata Cara Niat Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud Waktu Dan Jumlah Rakaat Yang Benar

Tata cara sholat tahajud adalah praktik ibadah yang wajib di pahami dengan baik dan benar oleh semua umat islam,meskipun hukum dari amalan ini sunnah tetapi bagi siapa saja yang ingin mengerjakannya harus di lakukan sesuai dengan panduan yang sudah di tentukan dalam tata cara sholat, apalagi sholat malam ini memiliki keutamaan luar biasa dan bisa memberi manfaat bagi siapa pun yang mengerjakannya dengan rutin.

Keunggulan dan keutamaan sholat tahajud langsung di ungkapkan dalam bebeberapa ayat al-qur'an dan ini menjadi bukti nyata yang harus di yakini oleh umat islam bahwa ibadah sunnah malam hari tersebut benar-benar lebih unggul di banding sholat sunnah lainnya. Dengan begitu sudah sehrausnya bagi umat muslim yang merasa beriman kepada allah serta rasulnya untuk selalu mengerjakan tahajud setiap hari apabila benar-benar mengharapkan kebaikan dunia dan akhirat.

Memang banyak sekali sholat sunnah yang sama-sama di anjurkan kepada umat muslim seperti sholat hajat, dhuha, istikharah, tahiyatul masjid dan yang lainnya. Namun satu di antara sholat sunnah yang langsung tercantum di jelaskan dalam ayat al-qur'an adalah tahajud, ini menjadi bukti bahwa sholat ini memiliki keunggulan lebih, bahkan pantas saja jika baginda nabi menyukai sholat ini bahkan beliau sangat menganjurkan kepada umatnya untuk rutin melakukan tahajud setiap malam.

Adapun bagi kalian yang ingin mengerjakan tahajud, maka harus memahami dengan baik tentang tata cara niat dan bacaan doanya, sama halnya juga ketika akan mengerjakan sholat sunnah lain, terlebih dahulu harus mengetahui tata cara dan doa sholat dhuha misalnya. Lebih jauhnya lagi selain tata cara yang benar, kalian juga mesti mengetahui waktu pelaksanaan yang tepat sebab tahajud ini tergolong ibadah dengan waktu dan juga syarat tertentu.

Waktu Sholat Tahajud

Tahajud tergolong sholat sunnah yang memiliki waktu tertentu dalam pelaksanaannya yaitu di malam hari sehingga tidak heran jika banyak juga yang menyebut tahajud sebagai sholat malam. Batasan waktu untuk mengerjakan tahajud adalah mulai dari setelah waktu isya hingga datangnya waktu subuh. Namun para ulama memberikan pendapat bahwa ada waktu paling di unggulkan untuk pelaksanaan tahajud tyaitu pada sepertiga malam atau sekitar sesudah lewat pertengahan malam atau kira-kira pukul 1 dan 2 malam hari.

Syarat Sholat Tahajud

Yang di maksud dengan syarat di sini buka sesuatu yang sama seperti sholat lain seperti wudhu atau beragama islam, namun lebih jaunya lagi yang di maksud yaitu syarat khusus sholat tahajud adalah harus tidur terlebih dahulu. Tidur menjadi syarat mutlak yang harus terpenuhi bagi siapa saja yang berencana akan melakukan tahajud meskipun tidurnya hanya sebentar saja. Karena menjadi syaratmutlak maka jika tidur tersebut tidak di lakukan maka tentu tidak ada tahajud.


Jumlah Rakaat Sholat Tahajud

1. Menurut Imam Hanafi adalah Maksimal 8 rokaat,

2. Menurut Imam Maliki adalah Maksimal 10 atau 12 rokaat

3. Menurut Imam Syafi'i dan hambali adalah tiada ada batasan hitungan

Jumlah rakaat sholat tahajud paling sedikit sebanyak 2 rakaat saja tetapi untuk ukuran maksimalnya para ulama dalam hal ini berbeda pendapat, imam hanafi membatasi dengan 8 rakaat saja sedangkan imam maliki 10 atau 12 rakaat adapun imam syafi'i dan hambali tidak membatasi ukuran dari jumlah rakaat sholat tahajud dalam arti boleh di lakukan sebanyak-banyaknya jika mampu. Jika di tanya mana yang lebih unggul, maka semuanya baik karena mereka berpendapat tidak keluar dari dalil masing-masing, jika masih di beri kemampuan oleh allah swt untuk beribadah maka sebanyak-banyaknya beribadah.

Tata Cara Sholat Tahajud

Selanjutnya hal paling harus di pahami dalam pelaksanaan sholat tahajud yaitu tata cara, pada dasarnya tata cara atau panduan meliputi gerakan juga bacaan sholat tahajud ini sama seperti sholat wajib yang biasa di kerjakan sehari-hari di awali dengan niat di akhiri salam. Namun untuk tahajud ini di kerjakan dengan masing-masing 2 rakaat setiap salam, contohnya jika akan melakukan tahajud 4 rakaat maka tiap 2 rakaat harus melakukan salam layaknya seperti sholat subuh. Selanjutnya selain ketentuan rakaat juga jangan lupa untuk berniat khusus sholat tahajud.

Niat Sholat Tahajud

Niat Sholat Tahajud

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatat tahajudi rok’ataini mustaqbilal kiblati lillahi ta’aalaa.

Artinya : Aku berniat sholat Tahajud dua rakaat menghadap kiblat karena Allah semata.

Apabila sholat tahajud sudah selesai di lakukan sambil membaca niat pada setiap takhbiratul ihram, jangan dulu pergi dari empat sholat namun lebih utama di alnjut dengan membaca dzikir dan doa adapaun di antara amalan yang dapat di amalkan yaitu:

Dzikir Setelah Sholat Tahajud

1. Membaca Dzikir Istighfar
2. Membaca Dzikir Laa ilaaha illallah
3. Membaca Dzikir Tasbih (Subhanallah)
4. Membaca Dzikir Takbir (Allahu Akbar)
5. Membaca Dzikir Tahmid ( Alhamdulillah)
6. Membaca Dzikir Sholawat Nabi Muhammad
7. Membaca Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq dan Surat An Nas
8. Ditutup membaca Surat Al Fatihah
9. Dan di tutup dengan doa sholat tahajud

Doa Setelah Sholat Tahajud

Doa Setelah Sholat Tahajud

Latin : Allaahumma lakal hamdu anta qayyumus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqu, wa qaulukal haqqun, wal jannatu haqquw wannaaru haqquw wan-nabiyyuuna haqquw wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama haqquw wassaa’atu haqq. Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqoddimu wa antal mu’akhkhiru laa ilaaha anta. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya : Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad Saw adalah benar serta hari kiamat adalah benar. Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, hanya kepada-Mu aku kembali (bertaubat), kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (unutk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah.

Sholat Tahajud Dan Witir

Sering ada pertanyaan dari kalangan masyarakat muslim tentang melakukan sholat witir setelah tahajud bagaimana hukumnya? Dalam hal ini sudah jelas bahwa menutup sholat malam dengan witir hukumnya sunnah bahkan di anjurkan. Sehingga ketika melakukan tahajud alangkah lebih utama apabila di lanjut dengan sholat witir. Permasalahannya bagaimana pada bulan ramadhan sebab umumnya witir di lakukan sesudah tarawih? Jika witir sudah di kerjakan sesudah tarawih maka tidak perlu lagi witir setelah tahajud bahkan ada sebuah keterangan yang menyebutkan "tidak ada 2 witir dalam 1 malam".

Keutamaan Sholat tahajud

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ قِيَامُ اللَّيْلِ

Sholat yang paling afdhol setelah sholat fardhu adalah sholat malam” (HR. An Nasa’i)

وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْـمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ

“Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya” (HR. Hakim; hasan)

Meskipun masih banyak hadits dan dalil lain yang menunjukan tentang keutamaan sholat tahajud, tetapi ketiga hadits tersebut di rasa lebih dari cukup untuk menjadi motivasi atau dorongan hati setiap insan agar tidak membiarkan malam hari belalu begitu saja. Bukankah yang di harapkan adalah tepat terpuji atau berada dalam ridha allah selamat dunia akhirat, maka salah satu pintu untuk mencapai hal tersebut dengan cara mengerjakan tahajud secara rutin.

1. Sholat Sunnah Paling Utama
2. Kunci Masuk Surga
3. Kemuliaan dan Kewibawaan
4. Menenangkan Hati
5. Dipelihara oleh Allah dari Segala Macam Bencana
6. Menolak Penyakit
7. Mendapatkan Kebaikan Dunia dan Akhirat
8. Doanya Dikabulkan

Manfaat Sholat tahajud

Selain keutamaan, sholat tahajud juga akan memberikan manfaat cukup banyak kepada setiap orang yang bisa dengan rutin mengerjakannya, seperti.

1. Kuat Dalam Berpikir atau mudah mencerna segala ilmu pengetahuan
2. Wajahnya semakin nampak bersinar atau berkarisma
3. Memberikan kekuatan batin
4. Memberikan kekuatan mental
5. Menguatkan daya ingat
6. Hajatnya mudah terkabul
7. Doa Cepat Terkabul
8. Dapat memberikan inspirasi baru dan kebaikan
9. Dan masih banyak lagi yang Lainnya.

Sebenarnya banyak jalan yang baik dan semppurna untuk menggapai segala yang di inginkan baik ketika berhubungan dengan dunia atau akhirat salah satunya sholat tahajud. Ketika seorang muslim sudah yakin beriman dan melakukan segala amal keaikan serta mengerjakan dengan sungguh-sungguh semua yang di perintahkan allah dan rasulnya maka di jamin hidup dia akan semakin sukses baik dunia atau akhirat. Bahkan meskipun dia menginginkan kesuksesan dalam hal pekerjaan atau ingin jadi orang kaya, tidak akan sulit bagi allah untuk menjadikannya, dengan demikian mari sama-sama untuk meningkatkan ketaqwaan dengan sesungguh sungguhnya.

Sampai di sini akan dapat di pahami dengan baik dan benar tentang tata cara bacaan niat dan doa sholat tahajud yang benar, karena sebenarnya yang paling penting di pahami dari tahajud ini adalah yang berkaitan dengan waktu serta niat dan syaratnya. Sebagian sebagian besar panduan dalam tahajud tidak ada perbedaan dengan sholat pada umumnya termasuk juga mengenai bacaan surat setelah fatihah. Silahkan di baca hingga paham semua yang berhubungan di atas dengan tata cara niat bacaan doa setelah sholat tahajud waktu dan jumlah rakaat yang benar.

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Doa Buka Waktu Manfaat Dalil Yang Benar

Puasa senin kamis merupakan amalan ibadah yang cukup populer dikalangan umat muslim, bahkan di yakini memiliki keistimewaan luar biasa selain pahala sunnah dari pelaksanaannya. Bahkan lebih hebatnya lagi tidak sedikit dari kalangan para ulama yang menyebutkan wasillah ibadah ini dengan terkabulnya hajat selain itu kalangan para ahli dokter yang mengaitkan manfaat berpuasa tersebut dengan dunia kesehatan, serta ini salah satu bukti kesempurnaan agama islam dalam menetapkan sebuah hukum maka akan memberi kebaikan kepada para hambanya yang taat.

Puasa sunnah senin kamis ini tidak lepas dari sejarah baginda nabi muhammad saw semasa beliau hidup, dimana sang utusan allah ini lebih menyukai berpuasa pada hari senin dan kamis, sebab senin merupakan hari kelahirannya serta pada kedua hari tersebut menjadi waktu di perlihatkannya amal ke hadapan allah swt, dan rasul pun sangat merasa gembira ketika amalnya di perlihatkan beliau sedang melaksanakan puasa. Inilah salah satu dalil yang menjadi sumber dari hukum sunnah puasa senin kamis, sebagaimana tercantum dalam sebuah hadits riwayat tirmidzi dan yang lainnya.

Puasa juga di yakini sebagai bukti bahwa seorang hamba cinta kepada allah dan rasulnya, ketika dia benar-benar mencintai tuhan dan utusannya maka akan dengan hati sungguh-sungguh melaksanakan perintah serta larangannya, begitu juga dengan puasa ini karena amalan tersebut merupakan perintah yang harus di taati baik itu dari puasa wajib atau sunnah. Sedangkan untuk puasa senin dan kamis ini bukan satu-satunya amalan sunnah yang di anjurkan baginda nabi saw, tetapi masih banyak yang lainnya seperti puasa pada bulan haram, asyura dan tasu'a, puasa syawal dan lain sebagainya.

Sebagaimana ibadah lainnya, puasa senin kamis ini juga memiliki tata cara dan harus di penuhi oleh siapa saja yang akan melaksanakannya seperti harus mengetahui waktu berpuasa, hal-hal yang membatalkan, serta niat puasa senin kamis dengan baik dan benar. Pada dasarnya pelaksanaan puasa sunnah tidak jauh berbeda dengan puasa wajib ramadhan atau qadha yaitu seseorang harus berniat di malam hari kemudian puasa di awali sejak awal waktu subuh hingga maghrib, dan menjauhi semua perkara yang dapat membatalkan ibadah tersebut seperti makan serta minum.

1. Niat puasa Senin Kamis

Bacaan Niat Puasa Senin Dan Kamis

Niat Puasa Pada Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAN LILLAHI TAN’AALA

Artinya : "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala"

Niat Puasa Pada Hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SAUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAN LILLAHI TA’AALA

Artinya : "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala"

Doa Buka Puasa

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

ALLAHUMMA LAKASUMTU WABIKA AAMANTU WA'ALAA RIZQIKA AFTHORTU BIROH MATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN

Artinya : “Ya Allah, untuk-Mu atau karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih”

Menggabungkan Niat Puasa Senin Kamis dan Puasa Ganti

Puasa pada hari senin kamis termask yang paling disukai oleh sebagian besar masyarakat muslim sebab selain sunnah nabi juga di yakini memiliki manfaat luar biasa, namun tibul pertanyaan behubungan dengan puasa qadha, bagaimana jika niat puasa ganti sekaligus puasa senin kamis?. Jawabannya kembali pada dasar hukum ibadah tersebut sebagaimana puasa qadha adalah wajib sedang puasa seninkamis adalah sunnah, dengan demikian sudah tentu yang di wajibkan harus di dahulukan karena perintah dari sang maha pencipta dan apabila di tinggalkan termasuk dosa.

Dalam hal menggabungkan niat puasa qdha dan sunnah tentunya para ulama berbeda pendapat, menurut imam Al-Kurdi serta Imam Al-Barizi berpendapat jika puasa sunnah seperti hari ‘Asyuro, diniati puasa lain misalnya qadha ramadhan tanpa meniatkan puasa Asyura’ tetap mendapatkan pahala keduanya. Bahkan imam Romli mengemukakan seandainya puasa 6 hari bulan syawal digabung dengan qadha ramadhan, mendapatkan pahala keduanya. Tetapi jika menurut Abu Makhromah tidak mendapatkan pahala keduanya bahkan tidak sah.

Waktu Puasa

Puasa termasuk ibadah yang memiliki waktu khusus dalam pelaksanaannya, seperti untuk puasa ramadhan hanya di lakukan selama bulan tersebut, puasa rajab hanya pada bulan rajab, dan begitu juga dengan puasa senin kamis hanya di kerjakan pada hari tersebut. Adapun awal waktu di mulainya berpuasa serta akhir atau ditandai dengan berbuka, semuanya sama yaitu sejak masuk awal waktu subuh hingga matahari terbenam yang di tandai kumandang adzan maghrib. Jadi ketika seseorang akan bermaksud untuk berpuasa, mulai dari malam hari harus siap-siap membacakan niat puasa kemudian menjelang dini hari sebelum subuh di sunnahkan untuk makan sahur dan jika sudah masuk waktu subuh di mulai untuk berpuasa hingga maghrib.

Jadi dapat di simpulkan waktu berpuasa ini adalah mulai dari awal masuknya waktu subuh hingga datang waktu maghrib selama waktu tersebut orang yang berpuasa di larang melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan juga minum. Adapun untuk imsak yang saat ini umum berkumandang di indonesia, itu semua hanya sebagai tanda bahwa sebentar lagi waktu puasa akan tiba, biasanya anatara imsak dan waktu subuh hanya berkisar antara 10 menitan saja. Demi kehati-hatian dalam menjalankan ibadah, apabila waktu imsak sudah tiba sebaiknya hentikan makan dan minum, dan waktu 10 menit tersebut gunakan untuk persiapan sholat subuh, seperti berwudhu, atau gosok gigi bahkan mungkin untuk mandi dan lain sebagainya.

Manfaat Puasa Senin Kamis

Banyak yang beranggapan bahwa puasa sunnah yang rutin di kerjakan akan bisa memberikan manfaat tinggi bagi para pelakunya baik itu berhubungan akhirat atau dunia, bahkan puasa tersebut di kaitkan langsung dengan masalah kesehatan baik untuk menjaga sebuah penyakit agar tidak mudah menyerang tubuh, sebagai sarana diet sehat bahkan meningkatkan kecantikan. Anggapan tersebut memang dapat di pahami secara baik sebab hakikat dari puasa adalah membersihkan hati dan pikiran dari berbagai sipat buruk, sehingga orang yang sedang berpuasa hati akan terjaga pikiran tetap bersih dan badan sehat sebab tidak masuk makanan-makanan yang membahayakan, ketika berpuasa orang-orang lebih memiliki makanan sehat.

Bisa di ambil kesimpulan bahwa manfaat puasa tersebut termasuk juga rutin dengan senin kamis akan memberikan manfaat baik yang berkaitan dengan kehdiupan dunia atau akhirat bahkan ketika seseorang ingin cantik tubuh bersih serta berkarisma, puasa juga bisa menjadi sarana terbaik kesehatan tubuh karena dengan hati pikiran bersih akan lebih cepat menimbulkan kebaikan pada kesehatan. Lalu apakan manfaat puasa sunnah juga bisa melancarkan hajat seperti agar mudah menemukan pekerjaan atau di lapangkan dalam hal rezeki? jawaban pasti dan yakin itu salah satu manfaatnya, dengan mendekatkan diri kepada allah salah satunya rutin melakukan ibadah sunnah maka allah swt akan memberi kemudahan dalam berbagai hal.

1. Pintu Surga Dibuka Selebar-lebarnya
2. Menurunkan Hawa Nafsu
3. Mendatangkan Berlimpah Kebaikan
4. Pelajaran diri untuk berdisiplin
5. Pengaruh kesehatan pada tubuh
6. Menjadi Perlindungan Batin Seseorang
7. Melembutkan hati dan meningkatkan rasa syukur
8. Memberi Kesempatan Organ Tubuh untuk Beristirahat
9. Terhindar dari Godaan Setan
10. Melatih Emosi
11. Melatih Diri Terhaindar dari Dosa
12. Dapat Meningkatkan Amalan
13. Meningkatkan Kinerja Otak dalam Mengingat
14. Meremajakan Sel-sel Kulit
15. Menurunkan Lemak
16. Menunda Penuaan Gigi
17. Menyehatkan Gigi
18. Menjadi Obat Penghilang Stres
19. Menghilangkan Perasaan Tidak Enak

Keutamaan Puasa Senin Kamis

“تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.”

Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Shahih Muslim).

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ.”

“Amal-amal manusia diperiksa pada setip hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” [HR. At-Tirmidzi dan lainnya]

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim)

Setidaknya ketiga dalil tersebut bisa menjadi hukum dasar dari keutamaan puasa sunnah pada hari senin dan kamis yang begitu di sukai oleh baginda nabi muhammad saw. Serta dari puasa senin ini juga dapat di ambil sebuah pengetahuan bahwa ternyata dalam syariat islam tidak ada sesuatu yang di perintah tanpa di dalamnya berhubungan dengan manfaat dan keutamaan, termasuk juga yang berkaitan dengan hari senin dan kamis sehingga di jadikan sebagai waktu untuk mengamalkan sebuah puasa.

Ada banyak sekali pengetahuan yang bisa di pelajari lebih dalam seputar puasa sunnah senin kami ini termasuk keitimewaannya, begitu juga tentang yang berhubungan dengan antara puasa senin kamis di gabung beserta qadha puasa wajib ramadhan dan yang lainnya. Sekiranya pembahasan ini di rasa masih kurang komplit kalian tentunya bisa mencarilebih banyak lagi pada artikel lain, termasuk juga menanyakan langsung kepada para ahli agama seperti ustadz kiyai atau bahkan santri dan orang-orang berilmu lainnya.

Bacaan Doa Niat Zakat Fitrah Dan Mal Hukum Yang Berhak Menerima

Pengertian zakat adalah pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat tertentu, dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Atau secara jelasnya dapat di pahami bahwa zakat ini mengeluarkan harta dari hasil usaha yang sudah mencapai pada ketentuan untuk mengeluarkan jakan dalam jumlah tertentu untuk di berikan kepada golongan yang berhak menerima zakat itu sendiri (mustahik zakat), harta tersebut baik itu berupa uang atau hasil pertanian seperti padi/beras. Berbeda dengan infak atau sedekah yang tidak di batasi ukuran serta jenisnya, dalam zakat ini memiliki ketentuan ukuran dan jenis harta yang di keluarkan.

Hukum zakat adalah wajib bagi setiap umat muslim karena selain menjadi unsur pokok dari agama islam juga termasuk pada salah satu rukun islam sebelum ibadah haji. Setiap orang islam baik laki-laki atau perempuan wajib menunaikan zakat seperti hal nya juga jadwal sholat apabila sudah sampai pada syarat-syarat yang sudah di tentukan dalam syariat, apabila tidak di penuhi maka dosa yang nyata baginya. Selain itu juga zakat ini termasuk ibadah selain sholat dan puasa yang di atur langsung oleh al-qur'an, banyak ayat yang menerangkan tentang kewajiban mengeluarkan zakat tersebut seperti salah satunya yang di kutip dalam QS. al-Bayyinah.

Bagi orang yang memperhatikan zakat serta mengeluarkannya secara ruti apabila sudah sampai hartanya pada nisab selain telah sempurna menunaikan salah satu rukun islam juga tergolong orang yang beruntuk dan akan selalu di lapangkan kehidupannya. Tetapi sebaliknya bagi mereka yang lalai atau tidak mau mengeluarkan zakat tersebut maka ancaman baginya adalah siksa dosa yang amat pedih seperti dia akan di sulut oleh batu dan besi yang terlebih dahulu di panaskan dalam bara api neraka jahanam, sebagaimana keterangan ini tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 34 bunyinya.

Doa Niat Zakat Fitrah Dan Mal

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”

Syarat Wajib Zakat

1. Muslim.
2. Berakal.
3. Balig.
3. Memiliki harta sendiri dan sudah mencapai nisab.

Macam-macam Zakat

1. Zakat nafs (jiwa), disebut juga zakat fitrah.
2. Zakat mâl (harta).

Yang Berhak Menerima Zakat (Mustahiq Zakat)

1. Fakir (orang yang tidak memiliki harta)
2. Miskin (orang yang penghasilannya tidak mencukupi)
3. Riqab (hamba sahaya atau budak)
4. Gharim (orang yang memiliki banyak hutang)
5. Mualaf (orang yang baru masuk Islam)
6. Fisabilillah (pejuang di jalan Allah)
7. Ibnu Sabil (musyafir dan para pelajar perantauan)
8. Amil zakat (panitia penerima dan pengelola dana zakat)

A. Zakat Fitrah

Pengertian zakat fitrah adalah kewajiban yang harus di penuhi oleh setiap individu umat islam baik dari kalangan wanita atau laki-laki yang mampu untuk mengeluarkan zakat tersebut pada waktu akhir bulan ramadhan atau sebelum melaksanakan sholat hari raya idul fitri dengan jumlah harta sesuai yang sudah di tentukan oleh syariat. Zakat fitrah ini juga sebagai sarana pembersih harta dan penyempurna ibadah puasa, amalan puasa selama sebulan lebih afdhal dengan di tutup membayar zakat fitrah tersebut.

Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

Zakat fitrah ini selain memiliki ketentuan khusus dalam ukuran dan jenis yang di keluarkan, juga memiliki ketentuan waktu mengeluarkan zakat fitrah itu sendiri, mulai dari waktu harus, wajib, makruh hingga di haramkan mengeluarkan zakat fitrah, jika di kategorikan maka sebagai berikut.

1. Waktu Harus yaitu bermula dari awal bulan Ramadhan sampai akhir bulan Ramadhan

2. Waktu Wajib yaitu setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan

3. Waktu Afdhal yaitu setelah melaksanakan solat subuh pada hari akhir Ramadhan sampai sebelum mengerjakan sholat idul fitri

4. Waktu Makruh yaitu setelah melaksanakan sholat idul fitri hingga sebelum terbenam matahari

5. Waktu Haram yaitu setelah matahari terbenam pada hari raya Idul Fitri

Syarat Wajib Zakat Fitrah

1. Beragama Islam dan Merdeka,

2. Menemui dua waktu yaitu diantara bulan Ramadhan dan Syawal walaupun hanya sesaat,

3. Mempunyai harta yang lebih dari pada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya.

Ukuran Zakat Fitrah

Setelah mengetahui tentang pengertian hukum dan waktu mengeluarkan zakat fitrah, selanjutnya fahami berapa besar ukuran dari zakat fitrah itu sendiri. Mulai dari belita hingga orang dewasa besarnya jakat fitrah adalah sebanyak 3,5 liter atau 2'5 kg beras, jika ingin membayarnya dengan bentuk uang maka hitung saja harga beras tersebut berapa, kemudian berikan kepada pihak lembaga amil zakat di temapat masing-masing pada waktu yang sudah di tentukan.

Doa Niat Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan ibadah yang wajib di penuhi oleh seluruh pemeluk agama islam bahkan bayi yang baru lahir di akhir bulan ramadhan pun wajib di kelaurkkan zakat fitrahnya. Di karenakan menjadi sebuah amalan ibadah wajib maka zakat fitrah juda di syariatkan untk di seratai niat khusus ketika akan mengeluarkannya baik itu zakat untuk diri sendiri atau orang lain yang di wakilkan.

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya : “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”

Doa Menerima Zakat Fitrah

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.

B. Zakat Mal / Harta

Yang di maksud dengan zakat mal di sini adalah meliputi harga milik diri sendiri baik berupa uang, emas, surat berharga, aset yang disewakan, harta pertanian, pertambangan termasuk hasil profesi dan lain sebagainya. Ketika harga tersebut sudah menghasilkan serta sampai pada hitungan nisab zakat maka wajib untuk mengeluarkan sebagiannya demi memenuhi zakat tersebut dan ini sudah di atur dalam syariat islam.

Nisab Dan Ukuran Zakat Mal

Nisab adalah berupa batasan antara apakah kekayaan itu wajib zakat atau belum, jika harta seseorang sudah mencapau batasan ukuran nisab maka wajib di keluarkan zakatnya, tetapi sebaliknya apabila belum mencapai titik ketentuan ukuran nisab maka tidak wajib. Adapaun batasan nisab antara suber sumber zakat dengan yang lainnya tentu berbeda misalnya untuk peternakan sekian dan untuk harta perniagaan menjadi sekian begitu jenis barang yang lainnya.

Batasan Nisab Wajib Zakat Peternakan

Unta 5 (lima) ekor
Sapi, Kerbau, dan Kuda 30 ekor
Kambing atau Domba 40 ekor
Unggas (Ayam, Bebek, Burung) dan Ikan

Adapun untuk Unggas Ayam, Bebek, Burung serta Ikan ini tidak tidak di hitung nisabnya berdasarkan jumlah ekor seperti unta sapi atau yang leinnya, melainkan berdasarkan skala usaha. Ternak unggas dan perikanan adalah setara dengan 20 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas murni) atau sama dengan 85 gram emas murni (24 karat).

Apabila seseorang beternak ikan, dan pada akhir tahun (tutup buku) ia memiliki kekayaan berupa modal kerja dan keuntungan lebih besar, kira-kira setara dengan 85 gram emas murni, ia terkena kewajiban zakat sebesar 2,5%. Dengan demikian, usaha tersebut digolongan ke dalam zakat perniagaan.

Contoh:

Seorang peternak ayam broiler memelihara 1000 ekor ayam per minggu. Pada akhir tahun (tutup buku) terdapat laporan keuangan sebagai berikut:

Stock ayam broiler 5600 ekor (dalam berbagai umur) ditaksir harga sebesar Rp 20.000.000,-
Uang kas/bank setelah dikurangi pajak Rp 10.000.000,-
Stok pakan & obat-obatan Rp 2.000.000,-
Piutang (dapat tertagih) Rp 5.000.000,-

Jumlah Rp 37.000.000,-
Utang jatuh tempo Rp (5.000.000)

Saldo Rp 32.000.000,-
Kadar zakat yang harus dibayarkan:
2,5% x 32.000.000 = Rp 800.000

Catatan:
Kandang dan alat-alat peternakan tidak diperhitungkan sebagai harta yang wajib dizakati, karena tidak diperjualbelikan. Nisabnya adalah 85 gram emas murni; jika @ Rp 200.000, 85 gram x Rp 200.000,- = Rp 17.000.000,-.

Batasan Nisab Wajib Zakat Perniagaan dan Perusahaan

Nisab dan kadar zakat perusahaan dianalogikan dengan wajib zakat perniagaan, yaitu 85 gram emas. Adapun kadar zakatnya adalah 2,5% dari aset wajib zakat yang dimiliki perusahaan selama masa satu tahun.

Cara menghitung zakat perniagaan atau perusahaan Kekayaan yang dimiliki badan usaha tidak lepas dari salah satu atau lebih dari tiga bentuk di bawah ini:

Kekayaan dalam bentuk barang.
Uang tunai/bank.
Piutang.

Maka, yang dimaksud harta perniagaan yang wajib dizakati adalah ketiga bentuk harta tersebut dikurangi dengan kewajiban perusahaan, seperti utang yang harus dibayar (jatuh tempo) dan pajak.

Contoh:

Sebuah perusahaan meubel pada tutup buku per 31 Desember 2010 dalam kondisi keuangan sebagai berikut:

Stock meubel 10 set seharga Rp 20.000.000,-
Uang tunai/bank Rp 20.000.000,-
Piutang Rp 5.000.000,-

Jumlah Rp 45.000.000,-
Utang dan pajak Rp (5.000.000)

Saldo Rp 40.000.000,-

Besar zakat yang harus dibayarkan:
2,5% x Rp 40.000.000,- = Rp 1.000.000,-

Batasan Nisab Wajib Zakat Hasil Pertanian

Nisab hasil pertanian merupakan 5 wasq ataupun setara dengan 653 kilogram. Apabila hasil pertanian tersebut tercantum santapan pokok, semacam beras, jagung, gandum, serta kurma, nisabnya merupakan 653 kilogram dari hasil pertanian tersebut. Namun bila hasil pertanian itu tidak hanya santapan pokok, semacam buah- buahan, sayur- mayur, daun, serta bunga, nisabnya disetarakan dengan harga nisab dari santapan pokok yang sangat universal di wilayah( negara) tersebut, mi- salnya buat Indonesia merupakan beras.

Kandungan zakat buat hasil pertanian, apabila diairi dengan air hujan, sungai, ataupun mata air merupakan 10%, namun apabila hasil pertanian diairi dengan disirami ataupun irigasi( terdapat bayaran bonus), zakatnya merupakan 5%.

Dari syarat ini bisa dimengerti kalau pada tumbuhan yang disirami( irigasi), zakatnya merupakan 5%. Maksudnya, 5% yang yang lain dialokasikan buat bayaran pengairan. Imam az- Zarkani berkomentar, apabila pengelolaan lahan pertanian diairi dengan air hujan( sungai) serta disirami( irigasi) denganperbandingan 50: 50, zakatnya merupakan 7, 5%( 3/ 4 dari 10%).

Pada sistem pengairan dikala ini bayaran tidak semata- mata air, namun terdapat biaya- biaya lain semacam pupuk, serta insektisida. Buat memudahkan perhitungan zakatnya, bayaran pupuk, insektisida serta sebagainya diambil dari hasil panen, setelah itu sisanya( apabila melebihi nisab) dikeluarkan zakatnya 10% ataupun 5%( bergantung sistem pengairan).

Contoh:

Pada sawah tadah hujan ditanami padi. Dalam pengelolaan dibutuhkan pupuk dan insektisida seharga Rp 200.000,-

Hasil panen 5 ton beras.
Hasil panen (bruto) 5 ton beras = 5.000 kg
Saprotan = Rp 200.000 atau = 200 kg
Netto = 4.800 kg
Besar zakatnya: 10% x 4.800 kg = 480 kg

Batasan Nisab Wajib Zakat Emas dan Perak atau Harta Simpanan

Nisab emas serta perak merupakan 20 dinar( 85 gr emas murni) serta perak merupakan 200 dirham( setara 595 gr perak). Maksudnya, apabila seorang sudah mempunyai emas ataupun perak sebesar 20 dinar ataupun 200 dirham serta telah memilikinya sepanjang setahun, hingga dia terserang kewajiban zakat sebesar 2, 5%. Demikian pula tipe harta yang ialah harta simpanan serta bisa dikategorikan dalam emas serta perak, semacam duit tunai, tabungan, cek, saham, pesan berharga maupun wujud yang lain. Nisab serta kadat zakat nya sama dengan syarat emas serta perak. Maksudnya, bila seorang mempunyai beragam wujud harta serta jumlah akumulasinyalebih besar ataupun sama dengan nisab( 85 gr emas), dia sudah tekena kewajiban zakat sebesar 2, 5%

Contoh:

Seseorang memiliki harta kekayaan setelah satu tahun sebagai berikut:

Tabungan, deposito, obligasi Rp 100.000.000,-
Uang tunai (di luar kebutuhan pokok)Rp 5.000.000,-
Perhiasan emas (berbagai bentuk) 150 gram
Utang jatuh tempo Rp 5.000.000,-

Perhiasan emas yang digunakan sehari-hari atau sewaktu-waktu tidak wajib dizakati, kecuali melebihi jumlah maksimal perhiasan yang layak zakat. Jika seseorang layak memakai perhiasan maksimal 50 gram, maka yang wajib dizakati hanyalah perhiasan yang melampaui 50 gram, yaitu 100 gram.

Dengan demikian, jatuh tempo harta yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah sebagai berikut:

Tabungan, deposito, obligasi, Rp 100.000.000,-
Uang tunai Rp 5.000.000,-
Emas (150 – 50 = 100 gram) @Rp 350.000 x 100 gram Rp 35.000.000,-

Jumlah Rp 140.000.000,-
Utang jatuh tempo Rp (5.000.000)

Saldo Rp 135.000.000,-
Besar zakat yang harus dikeluarkan:
2,5 % x Rp 135.000.000,- = Rp 3.375.000

Batasan Nisab Wajib Zakat Profesi

Zakat profesi memanglah belum sering di dengar dalam khazanah keilmuan Islam klasik. Hingga dari itu, hasil profesi dikategorikan bagaikan tipe harta harus zakat bersumber pada kias( analogi) atas kemiripan( syabbah) terhadap ciri harta zakat yang sudah terdapat, ialah:

Model mendapatkan harta pemasukan( profesi) mirip dengan panen( hasil pertanian), sehingga harta ini bisa dikiaskan pada zakat pertanian bersumber pada nisab( 653 kilogram gabah kering giling ataupun setara dengan 522 kilogram beras) serta waktu pengeluaran zakatnya( tiap kali panen),

Model harta yang diterima bagaikan pemasukan berbentuk duit, sehingga tipe harta ini bisa dikiaskan pada zakat harta( simpanan ataupun kekayaan) bersumber pada kandungan zakat yang wajib dibayarkan( 2, 5%).

Dengan demikian, apabila hasil profesi seorang sudah penuhi syarat harus zakat, dia berkewajiban menunaikan zakatnya.

Contoh menghitung zakat profesi :

Zainal Abidin adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di Bogor. Ia mempunyai seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Penghasilan per bulannya adalah Rp 5.000.000,-.

Pendapatan gaji per bulan Rp 5.000.000,-
Nisab 522 kg beras @Rp 7.000 (relatif) Rp 3.654.000,-
Rumus zakat = (2,5% x besar gaji per bulan),-
Zakat yang harus ditunaikan Rp 125.000,-
Zakat profesi juga bisa diakumulasikan dalam satu tahun. Caranya, jumlah pendapatan gaji berikut bonus dan lainnya dikalikan satu tahun kemudian apabila hasilnya mencapai nisab, selanjutnya dikalikan dengan kadar zakat 2,5%.
Jadi, Rp 5.000.000,- x 13 = Rp 65.000.000,-
Jumlah zakatnya adalah 65.000.000,- x 2.5% = Rp 1.625.000,-

Golongan yang haram Menerima Zakat

Jika Seandainya di atas telah di ulas siapa saja orang atau golongan yang berhak menerima zakat fitrah, maka di luar itu juga terdapat golongan yang haram menerima zakat tersebut sepeti :

1. Orang kaya dan orang mampu berusaha

2. Orang yang menjadi tanggung jawab para wajib zakat (muzakki)

3. Keluarga Bani Hasyim dan Bani Mutalib (Ahlulbait)

4. Orang kafir dan atheis

Sampai di sini maka sudah dapat di pahami tentang pembahasan zakat, maka harus di ingat bahwa kewajiban membayar zakat ini harus di perhatikan jangan sampai mengabaikannya karena termasuk salah satu rukun islam. Serta harus di pahami juga bahwa selain kewajiban zakat juga termasuk ibadah yang memiliki hikmah luar biasa terutama yang berhubungan dengan kemanusiaan seperti dengan berzakat berarti telah mewujudkan sistem kemasyarakatan Islam, membantu, menolong, dan menyantuni orang tidak mampu.

Semoga tilisan yang cukup singkat ini terutama berkaitan langsung dengan bacaan doa niat zakat fitrah dan mal hukum yang berhak menerima materi, jenis, hukum, dalil, pengertian, penghasilan, emas, profesi, contohnya, waktu mengeluarkan, berapa persen, penerima, hadits tentang zakat mal, uang, ketentuan, tujuan dan yang lainnya. Silahkan untuk di kaji dengan baik agar dapat di pahami sehingga nantinya bisa teramalkan dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang telah di syariatkan dalam agama ini, teutama yang merasa memiliki hasil lebih dari penghasilannya.