Bacaan Doa Duduk Tahiyat Awal Akhir Sholat Tasyahud Sebelum Salam

Tahiyat atau tasyahud adalah bagian dari rukun sholat yang di kerjakan dengan cara duduk sebelum salam sambil membacakan beberapa bagian kalimat berisi sholawat nabi dan doa. Ada dua jenis tahiyat di dalam sholat yaitu tahiyat awal dan akhir, keduanya berbeda hukum serta cara duduk yang di lakukan, untuk tahiyat awal para ulama menghukumi sebagai sunnah ab'ad yang apabila tertinggal harus melakukan sujud sahwi sedangkan tahiyat akhir termasuk rukun yang tidak boleh di tinggalkan.

Tasyahud atau tahiyat awal dilakukan pada tata cara sholat yang memiliki jumlah rakaat 4 serta 3 misalnya dhuhur, ashar, maghrib dan isya yaitu pada rakaat kedua melakukan duduk iftirosy, caranya menegakkan kaki kanan dan meletakkan kaki kiri menempel lantai kemudian menduduki kaki kiri tersebut. Duduk iftirosy ini juga di lakukan pada saat duduk di antara dua sujud dan duduk istirahat atau duduk saat tasyahud akhir jika setelah tasyahud tersebut masih akan melakukan sujud sahwi.

Adapun yang di maksud dengan duduk tawarruk yang di lakukan pada tahiyat akhir caranya kaki kanan di tegakan dan kaki kiri dijulurkan ke bawah kaki kanan serta pantat duduk di lantai. Adapun mengenai melipat jari-jari kaki menjulur ke arah kiblat baik dalam duduk tawarruk atau iftirosy hukumnya sunnah, sekalipun tidak melakukannya tidak merubah pada keabsahan sholat hanya saja tergolong meninggalkan kesunnahan dalam sholat itu sendiri, jika mampu sebaiknya lakukan.

Doa Tahiyat Awal Tasyahud Akhir

Memang dalam hal posisi duduk antara tasyahud awal dan akhir, terjadi perbedaan pendapat di kalangan para madzhab seperti menurut kalangan imam syafi'i sunnah duduk iftirosy pada tasyahud awal dan tawarruk pada tasyahud akhir, begitu juga untuk sholat yang dua rakaat melakukan duduk tawaruk. Sedangkan Imam maliki berpendapat bahwa tahiyat awal dan akhir dengan duduk tawarruk, lain halnya pendapat abu hanifah dan as tsaury tasyahud awal dan kedua sama-sama duduk iftirosy.

Berbeda lagi dengan pandangan imam ahmad bin hambal yang berpendapat apabila sholat dua rakaat maka duduk iftirosy, jika empat rokaat maka tasuyahud awal iftirosy dan tasyahud kedua tawarruk. Dengan banyaknya perbedaan tersebut maka memberikan hikmah pada kita semua untuk memahami dan mengerti serta tidak perlu heran apabila suatu saat nanti melihat di sebuah masjid adda seorang yang melakukan duduk berbeda pada tasyahud awal atau akhir karena memang para ulama berbeda pendapat dalam hal ini.

مذهبنا أنه يستحب أن يجلس في التشهد الأول مفترشا وفي الثاني متوركا ، فإن كانت الصلاة ركعتين جلس متوركا . وقال مالك : يجلس فيهما متوركا ، وقال أبو حنيفة والثوري : يجلس فيهما مفترشا ، وقال أحمد : إن كانت الصلاة ركعتين افترش وإن كانت أربعا افترش في الأول وتورك في الثاني

kitab majmu' (3/430)

Doa tahiyat / Tasyahud

Tahiyat akhir termasuk pada bagian rukun sholat yang harus di penuhi bahkan harus di ulangi sholatnya apabila tasyahud akhir ini di tinggalkan, berbeda dengan tahiyat awal yang hanya termasuk sunnah ab'ad dan cukup dengan sujud sahwi jika tertinggal. Pada tasyahud akhir ini di haruskan membaca tahiyat dan shalawat di lanjut dengan bacaan doa setelahnya bahkan di hukumi makruh jika seandainya bacaan tersebut di tinggalkan begiitu saja.

Adapun membaca doa setelah bacaan tahiyat dan shalawat tidak di sunnahkan pada tasyahud awal, karena tasyahud awal di anjurkan untuk lebih di percepat, dengan demikian sudah pasti bacaan tashiyat awal lebih pendek dari bacaan tahiyat akhir. Untuk lebih mempermudah bagaimana perbedaan dari bacaan keduanya, alangkah jika perhatikan secara cermat di bawah ini secara seksama agar mudah di pahami dengan benar.

1. Bacan Doa Tahiyat / Tasyahud Awal

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu laillah. Assalamu’alaika aiyuhan nabiyu warahmatullayhi wabarakatuh. Assalamu’alaina wa’la ‘ibadillahis salihin. Asyahadu alla illaha illallah. Wa’asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Allahumma solli’ala Sayyidina Muhammad.

1. Bacan Doa Tahiyat / Tasyahud Akhir

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu laillah. Assalamu’alaika aiyuhan nabiyu warahmatullayhi wabarakatuh. Assalamu’alaina wa’la ‘ibadillahis salihin. Asyahadu alla illaha illallah. Wa’asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Allahumma solli’ala Sayyidina Muhammad. wa’ala ali Sayyidina Muhammad. Kama sollaita’ala Sayyidina Ibrahim wa’ala ali Sayyidina Ibrahim. Wabarik ‘ala Sayyidina Muhammad wa’ala ali Sayyidina Muhammad. Kama barakta ‘ala Sayyidina Ibrahim wa’ala aliSayyidina Ibrahim. Fil ‘alamina innaka hamidummajid. Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, curahan rohmat, kebaikan adalah untuk Allah. Kesejahteraan atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatan-Nya. Kesejahteraan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, berilah curahan rohmat atas Nabi Muhammad. dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau beri rahmatkepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Berkatilah atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Di dalam alam ini, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.

Banyak hal yang memang harus di pahami dengan benar dalam tasyahud ini mulai dari bagaimana tata cara duduk hingga doa tahiyat secara lengkap. Serta kesemuanya tersebut termasuk penting di ketahui sebab tahiyat akhir ini meliputi rukun yang menenukan keabsahan dari keseluruhan sholat yang di laksanakan. Dengan begitu silahkan cermati semua yang berkaitan dengan bacaan doa duduk tahiyat awal akhir sholat tasyahud sebelum salam agar nanti bisa di amlakan secara benar.
© 2020 ALkaromah.Net - Contact - Privacy - Disclaimer