Niat Puasa Sunnah Bulan 1 Rajab Doa Buka Dan Manfaat Berapa Hari

Puasa pada bulan mulia selain ramadhan seperti puasa rajab hukumnya sunnah berdasarkan sebuah dalil hadits yang menerangkan tentang hal tersebut. Mengerjakan ibadah puasa sunnah harus di lakukan sebanyak mungkin, selain bisa memberi manfaat dan kebaikan puasa juga menjadi syarat dari keutamaan lahir dan juga bathin. Barang siapa yang selalu berpuasa terutama pada hari atau bulan baik, maka jaminan untuk dia tidak hanya pahala berlipat tetapi juga ketenangan hidup dunia.

Bulan rajab sendiri termasuk bulan yang di muliakan selain dzulqa'dah,dzulhijjah dan muharram, sehingga perintah di dalamnya untuk di isi dengan memperbanyak puasa yang di awali niat puasa rajab mulai dari awal hingga akhir. Namun adapun mengenai ketentuan berapa hari, dalam hal ini tidak ada kepastian yang spesifik, yang pasti kesunnahan dari puasa pada bulan rajab ini memiliki hukum sebagai sunnah yang di anjurkan kepada siapa saja selama dia mampu dan kuat untuk berpuasa.

Memang tidak bisa di pungkiri bahwa permasalahan mengenai hukum dari puasa rajab ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan umat muslim, ada segolongan yang melarangnya di karenakan bid'ah serta memandang semua dalil yang di jadikan sandaran kesunahaan berpuasa pada bulan rajab adalah dhaif serta maudhu’. Padahal sudah jelas di terangkan oleh para ulama ahli hadits, bahwa pengamalan hadits dhaif boleh selama bertujuan untuk fadha’il a’mal dan semisalnya.

Niat Puasa Rajab

Rajab adalah bulan mulia yang berada sebelum sya'ban serta ramadhan, serta menjadi bulan baik yang memiliki keitimewaan lebih di banding dengan bulan-bulan lainnya. Bahkan perjalanan isra dan mi'raj baginda nabi saw untuk menerima wahyu dari allah swt berupa shalat 5 waktu, terjadi tepat pada bulan rajab. Jika bulan ini di jadikan momen untuk terjadinya peristiwa istimewa tersebut, maka kemuliaan rajab sudah tidak perlu di ragukan lagi dari sisi mana pun.

Hukum Puasa Rajab

Sejauh mana sebenarnya tentang hukum kesunnahan berpuasa di bulan rajab, sehingga selalu menjadi perbincangan khusus di kalangan umat islam. Sebenarnya tidak ada dalil khusus yang mengharuskan untuk berpuasa di bulan rajab dan tidak ada juga dalil khusus yang melarangnya. Tetapi jika melirik pada beberapa penjelasan yang menerangkan tentan bulan rajab termasuk bulan haram atau mulia, tidak ada alasan untuk tidak mengisinya dengan amalan puasa sunnah.

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًۭا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌۭ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةًۭ كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةًۭ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36)

Sungguh indah ayat ini untuk di resapi, maha suci allah swt yang begitu sempurna mengatur alam smesta dengan rapi dan begitu tertata rapi. Dari dulu hingga sekarang waktu berjalan dengan semestinya ada siang ada malam, tidak pernah antara siang dan malam bertabrakan atau salah menempatkan waktu. Sungguh empurna kedisiplinan sang maha kuasa dalam menempatkan dalam mengatur dunia ini, bahkan hingga saat ini masih terus berputar 1 tahun sebanyak 12 bulan.

Ayat di atas juga mengajakan bahwa allah swt maha berkuasa dan maha memiliki waktu yang bernama tahun, dalam setahun tersebut terdapat sebanyak dua belas bulan yang tentunya bulan hijriyah bukan masehi, dan inilah yang harus lebih di kenal oleh semua umat islam. Juga dalam 12 bulan tersebut terdapat bulan-bulan haram atau yang di muliakan oleh allah swt yang berjumlah empat bulan sebagaimana yang baginda nabi saw jelaskan dalan haditsnya.

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).

Waktu Puasa Rajab

Mengenai jumlah berapa hari puasa rajab di laksakan, tidak ada rincian khusus baik dari al-qur'an atau hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut, tetapi di anjurkan untuk berpuasa di hari-hari yang utama, bahkan Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin menceritakan tentang makruhnya puasa selama sebulan penuh yang di tukil dari perkataan para sahabat nabi saw agar tidak menyerupai puasa bulan ramadhan.

وكره بعض الصحابة أن يصام رجب كله حتى لا يضاهي بشهر رمضان فالأشهر الفاضلة ذو الحجة والمحرم ورجب وشعبان

Artinya, “Sejumlah sahabat Rasulullah SAW menyatakan makruh puasa Rajab sebulan penuh agar tidak menyerupai Bulan Ramadhan. Bulan-bulan utama itu Dzulhijjah, Muharram, Rajab, dan Sya‘ban

Keterangan di atas menjelaskan tentang makruhnya berpuasa rajab selama sebulan penuh, adapun jika berpuasa beberapa hari dan tidak berpuasa beberapa harinya lagi maka tidak makruh. Sedangkan yang di maksud dengan puasa pada hari-hari baik pada sebulan yaitu awal bulan pertengahan atau tanggal 13, 14, 15 yang di sebut dengan puasa ayamul bidh serta pada hari pergantian pekan yaitu senin dan kamis atau hari jum'at.

Niat Puasa Rajab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya - “Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT

Adapun bagi orang yang hendak mengerjakan puasa rajab, namun niat tidak atau lupa di bacakan pada malam hari, maka boleh berniat di siang harinya selama ketentuan berpuasa terpenuhi seperti belum makan dan minum serta melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Sebab pada dasarnya ketentuan niat puasa malam hari untuk puasa wajib, tetapi pada puasa sunnah niat tersebut boleh di bacakan di siang harinya, sebagaimana bacaan niatnya yaitu.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT.

Doa Buka Puasa

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Allahumma Laka SUmtu wa'ala rizqika fthartu, wabika aamantu, wa'alaika tawakalt, Dzahabazh zhoma-u, wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru, Insyaa Allah, ya wasiul fadli ighfirlilhamdu lillahil ladzi hadaanii warojaqaniifa afthartu.

Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.

Keistimewaan Dan Manfaat Puasa Rajab

Sebagaimana yang di jelaskan pada pembahasan di atas bahwa rajab termasuk bulan haram atau yang di muliakan allah dan nabinya, banyak peristiwa penting yang membuktikan keunggulan dari bulan ini di antaranya terjadi sebuah peristiwa agung yaitu isra dan mi'rajnya baginda nabi hingga menerima perintah shalat lima waktu yang di yakini terjadi pada tanggal 27 rajab, menjadikan rajab sebagai waktu untuk peristiwa tersebut bukanlah kebetulan tetapi ini sudah menjadi ketentuan allah swt.

Manfaat puasa rajab sendiri sudah jelas sekali berupa pahala berlipat ganda di banding blai lain selain ramadhan, sebab rajab sendiri termasuk bulan mulia yang di perintah di isi oleh amal kebaikan terutama puasa, bulan mulia tersebut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan yang terakhir rajab. Dengan demikian jangan biarkan bulan istimewa ini belalu begitu saja tanpa di manfaatkan dengan baik untuk di isi oleh ibadah sunnah.

Sampai di sini tentang pembahasan niat puasa sunnah bulan 1 rajab doa buka dan manfaat berapa hari pastinya sudah dapat di pahami dengan baik. Apabila masih belum jelas atau kurang detail dalam penjelasannya, bisa tanyakan langsung kepada ustadz atau kiayi agar memahami suatu hukum langsung dari sumber atau ahlinya secara nyata. Mohon maaf jika banyak tulisan atau perkataan yang kurang berkenan di hati para pembaca semua.
© 2020 ALkaromah.Net - Contact - Privacy - Disclaimer