Teks Doa Sholat Dhuha Bacaan Niat Tata Cara Keutamaan Dan Waktunya

Teks Doa Sholat Dhuha Bacaan Niat Tata Cara Keutamaan Dan Waktunya - Pengertian sholat dhuha adalah ibadah sunnah harian 2 rakaat atau lebih yang di kerjakan pagi hari sesuai dengan tata cara, niat dan bacaan doa sholat dhuha di lakukan lengkap dan tertib. Sholat ini selain hukumnya sunnah dalam arti akan mendapatkan kebaikan berupa pahala bagi siapa saja yang mengerjakannya, juga menyimpan keutamaan dan keajaiban yang akan di rasakan oleh mereka yang rutin mengerjakannya.

Sebelum menginjang pada pembahasan yang lebih jauh, maka harus memahami terlebih dahulu bahwa pada waktu pada hari tepatnya setelah matahari mulai terbit ternyata ada nama dari sholat selain dhuha yaitu sholat Isyraq. Mungkin sholat ini agak begitu asing terdengar di telinga sebagian orang, namun sering timbul pertanyaan apakah keduanya sama karena di kerjakan pada waktu yang sama. Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan keduanya berbeda dan ada juga yang mengatakan sama.

Sholat dhuha termasuk salah satu sholat sunnah yang sangat harus di kerjakan secara khusus di lakukan oleh setiap muslim, entah itu mereka yang super sibuk dengan pekerjaan atau yang memiliki banyak luang waktu. Keajaiban dari sholat dhuha, bisa menjamin kebehagiaan hidup dunia akhirat, tidak hanya di permudahkan dalam hal perekonomian tetapi juga di janjikan pahala surga di akhirat nanti bagi siapa saja yang bisa rutin melaksanakan sholat dhuha tersebut.

Doa Sholat Dhuha

Dalil Tentang Shalat Dhuha

Perintah atau anjuran melaksanakan sholat dhuha hingga keutamaannya, terdapat dalam beberapa dalil berupa hadist nabi saw yang bisa menjadi pegangan kuat untuk tidak sekalipun meninggalnnya meski hanya dua rakaat saja. Sebagaimna yang di utarakan dari hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, sebagai berikut.

من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر

Artinya, “Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.

Hadits ini dapat kita pahami bersama bahwa dalam sholat dhuha terdapat pengampunan dosa yang sangat besar sekali, Bayangkan saja berapa jumlah buih yang ada di lautan dunia ini, pernahkah ada yang menghitungnya?. Di ibaratkan dosa kita sebanyak itu, maka dengan rutin melaksanakan sholat sunnah dhuha, semuanya akan di ampuni. Selain itu juga dalam hadits qudsi, di sebutkan tentang keutamaan dari sholat dhuha ini, sebagaimana bunyinya.

عن أبي الدرداء وأبي ذرِّ ( رضي الله عنهما ) عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : عن الله تبارك وتعالى أنه قال : ابن آدم ، اركع لي أربع ركعاتٍ من أول النهار أكفك آخره " ( رواه الترمذي )

Artinya, Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala “ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupi-Mu di sisa hari-Mu”.

Sudah menjadi naluri setiap manusia yang ada di muka bumi ini menginginkan berkecukupan dalam hidup, entah itu dari sisi ekonomi atau yang lainnya. Namun terkadang dari sebagian mereka tidak sadar bahwa mudahnya mendapatkan sesuatu hakikatnya tidak hanya sebatas dengan bekerja saja, melainkan harus di sertai dengan memohon kepada sang maha pemilik segala sesuatu dengan jalan beribadah salah satunya rutin mengerjakan sholat dhuha.

Keutamaan Sholat Dhuha

Banyak sekali dalil yang mengutip tentang keutamaan seholat dhuha baik yang bersumber dari al-qur'an atau hadits, bahkan Bukhari-Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang mengatakan sesungguhnya baginda rasul pernah berwasiat tiga hal yaitu Sholat witir sebelum tidur, puasa 3 hari dalam tiap bulan serta sholat dhuha. Pesan nabi tersebut bukan hanya sebatas untuk abu hurairah saja tetapi bagi setiap umat nabi muhammad saw sepanjang masa di seluruh dunia.

Sebenarnya dalam hal keutamaan dan hikmah sholat dhuha sangat banyak sekali baik yang tercantum dalam sumber 2 dalil al-qur'an dan hadits, juga yang di keluarkan dari pendapat para ulama. Agar menjadi motivasi untuk para pembaca semua, serta menjadi pendorong bagi mereka yang masih malas melaksanakan sholat dhuha, maka berikut rangkuman penting dari keutamaan sholat dhuha yang bisa di dapat oleh siapa saja yang bisa mengerjakan dhuha secara rutin.

1. Pengampunan Dosa Dan Dicukupkan Rezeki

Seperti yang di kutif dalam dua dalil di atas, bahwa salah satu di antara keutamaan luar biasa dari sholat dhuha adalam pengampunan dosa, meskipun dosa tersebut banyaknya seupama buih di lautan, selanjutnya akan di mudahkan serta cukup dalam hal rezeki. Tentu ini menjadi dua hal yang selalu di inginkan oleh setiap orang, yaitu kebahagiaan dunia akhirat, dengan cukup rezeki maka hidup akan enang dan nyaman serta dengan terampuninya dosa sudah pasti selamat di akhirat dan di tempatkan di surganya allah swt.

2. Tidak Termasuk Orang Lalai

Ketika ada salah seorang yang berkata, kamu adalah orang yang lalai dalam urusan agama atau ibadah, maka pasti siapapun akan merasa sakit hati, sebab siapapun itu pasti ingin dirinya di anggap sebagai orang taat terhadap perintah agamanya. Dengan tidak meninggalkan sholat dhuha meski termasuk sholat sunnah maka kita sudah terhindar dari sifat lalai yang tidak di sukai oleh allah swt dan rasulnya.

من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين

Artinya, “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).

3. Dhuha Sebagai Sedekar Anggota Badan

Bagi sebagian orang akan sulit memahami hubungan antara dhuha dengan sedekah, karena dhuha adalah sholat dhuha sedangkan sedekah umumnya di masyarakat adalah memberikan sebagian bentuk harta misalnya makanan kepada orang lain yang membutuhkan. Padahal jika melirik sedikit pada salah satu hadits yang di rawayatkan oleh Muslim, bahwa ternyata setiap ruas anggota harus di keluarkan sedekahnya, dan itu bisa di cukup dengan melaksanakan sholat dhuha.

Batas Waktu Untuk Sholat Dhuha

Harus di pahami bersama khususnya oleh mereka yang akan melakukan sholat sunnah dhuha bahwa dhuha sendiri adalah sebuah nama dari waktu yaitu mulai dari naiknya matahari sampai sebelum tergelincir. Sedangkan antara terbit hingga tergelincir matahari tersebut di bagi menjadi tiga waktu, (1) waktu dhohwah mulai terbitnya matahari hingga naik setinggi satu tumbak. (2) waktu dhuha, dimulai dari matahari setinggi satu tumbak hingga waktu istiwa (matahari tepat di atas langit). (3) waktu dhaha sejak dari waktu istiwa hingga tergelincir.

Mengacu pada pembagian waktu di atas yang menjadi tiga, maka bisa di nyatakan waktu di mulainya sholat dhuha bukan saat terbit matahari melainkan sejak matahari mulai naik hingga satu tumbak sampai waktu istiwa. Sebab saat terbit dan saat matahari tepat di atas langit, termasuk waktu yang di larang untuk mengerjakan sholat. Sedangkan untuk mengetahui ukuran tumbak dalam hal ini, bisa mengkaji lebih jauh yang khusus berkiatan dengan itu, karena para ulama dalam hal ini banyak berbeda pendapat.

Untuk lebih mempermudah mengetahui waktu masuknya sholat dhuha, sebaiknya mengacu pada jadwal imsyakiyah yang di keluarkan oleh lembaga kredibel, seperti MUI, Kemnag Republik Indonesia, lembaga Falaqiyah atau yang lainnya. Jadwal tersebut biasanya sudah di cantumkan lengkap dengan waktu terbit matahari, dan tinggal tambah saja 15-20 menit dari waktu terbit maka itulah waktu dhuha, misalnya jika waktu terbit pukul 05:50 maka waktu dhuha jam 06:10.

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Tidak sedikit yang bertanya mengenai berapa jumlah rakaat sholat dhuha? apakah cukup dengan 2 rakaat saja atau bisa lebih dari itu. Dalam hal ini sebenarnya para ulama berbeda pendapat, Syafi'i Hambali dan Maliki berpendapat membatasi sholat dhuha 8 rakaat dengan masing-masing 2 rakaat, Hanafi 12 rakaat dan ada uga yang berpendapat bahwa jumlah rakaat sholat dhuha tidak ada batasannya. Semuanya tersebut tentunya memiliki sumber dalil kuat yang bersumber dari hadits nabi.

Bagi yang berniat mengerjakan sholat dhuha, jangan mempermasalahkan tentang perbedaan tersebut karena 2 rakaar baik 4 hingga 8 dan 12 sangat baik sekali jika mampu. Namun setidaknya usakan untuk mengerjakan ibadah sunnah ini meski hanya dua rakaat saja jangan terpaku pada jumlah rakaatnya jika kita masih sebagai pemula yang baru belajar membiasakan sholat dhuha tersebut.

Tata Cara Sholat Dhuha

Setelah memahami tentang pengertian, dalil, kuataman, manfaat, waktu dan jumlah rakaat sholat dhuha, selanjutnya menginjak pada panduan pelaksanaannya yang benar. Sholat dhuha di kerjakan masing-masing 2 rakaat 1 klai salam sebagaimana sholat sunnah pada umumnya, serta di mulai dengan niat dan akhiri salam. Untuk gerakan dan bacaan selain niat, tidak ada perbedaan temasuk surat yang di baca dalam sholat tersebuat, bolah surat dhuha atau yang lainnya sekemampuan masing-masing, adapun untuk niatnya yaitu.

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya, Aku berniat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah.

Jika sudah selesai melaksanakan sholat dhuha bik itu 2 rakaat 8 atau lebih banyak dari itu, maka di lanjut dengan membaca doa sholat dhuha atau sebelumnya boleh juga berdzikir terlebih dahulu jika memang memiliki waktu luang. Teks dari doa tersebut memang cukup panjang, sehingga bagi kalian yang belum hafal bisa berdoa sambil membaca tulisan arab latin atau arti terjemahannya, sambil menghafal doa tersebut hingga faham.

Doa Setelah Sholat Dhuha

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Allâhumma innad dhuhâ’a dhuhâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allâhumma in kâna rizkî fis samâ’i, fa anzilhu. Wa in kâna fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kâna mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kâna harâman, fa thahhirhu. Wa in kâna ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuhâ’ika, wa bahâ’ika, wa jamâlika, wa quwwatika, wa qudratika. Âtinî mâ âtaita ‘ibâakas shâlihîn. Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir lî, warhamnî, watub ‘alayya. Innaka antat tawwâbur rahîm. 40 atau 100 kali.

Artinya, “Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

Bacaan di atas merupakan doa khusus sholat dhuha yang di ajarkan oleh para ulama kepada kita semua, isinya tiada lain memuji keagungan sang maha kuasa yaitu allah swt serta memohon segala sesuatu agar mudah dan di dekatkan. Keajaiban dan keutamaan sholat dhuha yang begitu tinggi, maka jangan sampai kita untuk lalai meninggalkan ibadah yang satu ini, sempatkanlah waktu beberapa menit untuk mengerjakan sholat dhuha setiap hari.
© 2020 ALkaromah.Net - Contact - Privacy - Disclaimer