Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap Witir Pendek Nazilah Beserta Artinya

Qunut di dalam shalat adalah salah satu diantara sunnah nabi saw yang harus di taati oleh seluruh umatnya, di contohkan serta ada perintah langsung dari beliau untuk mengerjakan amalan ini. Setidaknya ada 3 jenis aktivitas qunut yang senantiasa selalu di kerjakan pada sholat yaitu qunut nazilah dengan sebab mengerjakannya untuk mendoakan umat muslim yang sedang teraniaya, qunut subuh di waktu subuh, serta pada sholat witir bulan ramadhan.

Ketiga jenis dari doa qunut di atas berisikan kalimat-kalimat berisikan doa atau permohonan kepada allah swt agar diberi kemudahan dalam segala hal, senantiasa di beri keselamatan dan masih banyak lagi yang lainnya. Dalam pelaksanaannya, bacaan doa qunut di dalam sholat, menjadi sebuah permasalahan yang banyak di perdebatkan karena adanya perbedaan pendapat, terutama dalam kategori doa qunut subuh baik itu mengenai hukum hingga waktu pelaksanaannya.

Keluar dari perbedaan tersebut, di sini akan di ulas secara lengkap semuanya termasuk juga di sajikan tulisan doa dalam bahasa arab, latin dan juga artinya. Agar nantinya selain dapat memahami sejauh mana kedudukan dari doa quntut, tetapi juga bisa menghafal bacaannya. Maka dari itu di sarankan bagi pembaca semua untuk memahami tulisan ini hingga benar-benar semua dapat di pahami, agar tidak keliru pandangan nantinya dan memahami semuanya.

Doa Qunut

Seperti yang telah di singgung pada artikel di atas bahwa qunut dalam sholat terbagi menjadi 3 bagian, pertama setiap sholat subuh, qunut nazilah dan ketiga qunut witir. Ketiga jenis tersebut tidak hanya memiliki perbedaan dalam waktu pelaksanaannya tetapi juga soal hukum. Sedangkan dari sisi bacaan tidak jauh berbeda meski dalam pelaksanaannya untuk doa qunut nazilah banyak bacaan-bacaan khusus yang di tujukan untuk segolongan umat muslim yang sedang terkena musibah.

Macam Macam Doa Qunut

1. Doa Qunut Subuh

Sesuai dengan namanya qunut ini di kerjakan setiap sholat subuh pada rakaat ke dua setelah i'tidal sebelum sujud, di bacakan doanya oleh imam dan di amini makmum jika sholatnya berjamaah, apabila sholat sendiri doa qunut di bacakan sendiri. Antara qunut imam dan doa qunut sendiri bacaannya agak berbeda namun susunan kalimatnya sama,yaitu jika imam di akhir kalimat di bacakan untuk banyak misalnya "allahumahdina" sedangkan untuk sendiri bacaannya "allahhumahdini".

Hukum qunut subuh sendiri terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama fiqih, perbedaan ini lebih mencolok pada terjadinya pemahaman hadits dan cara qiyas. Tetapi kalangan para ulama madzhab syafi'i menghukumi qunut subuh termasuk sebagai sunnah ab’adl dalam arti apabila tertinggal harus di ganti dengan sujud sahwi. Pendapat sunnah dari kalangan ulama syafi'i bersandar pada salah satu hadits dari Anas bin Malik.

مَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا

Artinya: “Rasulullah SAW senantiasa berqunut di shalat fajar (shalat Subuh) sampai beliau meninggal dunia.” (HR. Ahmad)

Selain itu juga di perkuat oleh sebuah riwayat yang menceritakan bahwa sehabat nabi seperti umar bin khatab pernah melakukan qunut subuh. Tetapi kendati demikian, sebgain ulama berpendapat bahwa hadits di atas masih perlu di perbandingan kembali dengan hadits lainnya yang menceritakan bahwa nabi tidak pernah qunut subuh terkecuali saat akan mendoakan kebaikan dan keburukan suatu kaum.

إنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - كَانَ لَا يَقْنُتُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ، إلَّا إذَا دَعَا لِقَوْمٍ، أَوْ دَعَا عَلَى قَوْمٍ

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak berqunut ketika shalat fajar (shalat Subuh), kecuali ketika mendoakan kebaikan atau keburukan untuk suatu kaum.” (HR. Muslim).

Kedua hadits di atas seolah-oleh bertentangan, namun jika di pelajari lebih dalam dari keduanya maka akan menemukan titik pencerahan yang tidak peru menjadi perdebatan. Bagi kalangan madzhab syafi'i mari berqunut setiap sholat subuh, dan bagi yang tidak melaksanakan jangan lupa untuk sholat subuh berjamaah. Adapun untuk uraian kalimatdari bacaan doa qunut bisa di pelari di bawah ini.

Bacaan Qunut Subuh

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pda segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena, sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engaku beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas nabi Muhammad beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.

2. Doa Qunut Nazilah

Berbeda dengan qunut subuh, membacakan doa qunut nazilah sepakat pera ulama menghukumi sunnah, jadi dalam hal ini tidak terjadi perbedaan pendapat. Qunut nazilah ini di lakukan setiap sholat fardhu pada rakaat terakhir sebelum sujud dengan tujuan untuk mendoakan umat muslim yang sedang berada dalam musibah baik itu berupa terancamnya keamanan seperti peperangan atau musibah lainnya yang kiranya membuat kesusahan umat muslim.

أن النبي صلى الله عليه وسلم قنت في غير الصبح عند نزول الناولة حين قتل أصحابه القراء

Artinya, “Nabi SAW membaca qunut selain shalat shubuh ketika ditimpa musibah, yaitu terbunuhnya para sahabat al-qurra.’”

Bacaan Qunut Nazilah

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na‘budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas‘â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq.

Allâhumma adzzibil kafarata wal musyrikîn, a‘dâ’ad dînilladzîna yashuddûna ‘an sabîlik, wa yukadzzibûna rusulaka wa yuqâtilûna auliyâ’ak. Allâhummaghfir lil mu’minîna wal mu’minât, wal muslimîna wal muslimât, al-ahyâ’i minhum wal amwât, innaka qarîbun mujîbud da‘awât. Allâhumma ashlih dzâta bainihim, wa allif baina qulûbihim, waj‘al fî qulûbihimul îmâna wal hikmah, wa tsabbithum alâ dînika wa rasûlik, wa auzi‘hum an yûfû bi‘ahdikalladzî ‘âhadtahum alaih, wanshurhum ala ‘aduwwihim wa ‘aduwwika ilâhal haq, waj‘alnâ minhum, wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa alâ âlihi wa shahbihî wa sallam.

Artinya, “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat. Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kauikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.


3. Doa Qunut Witir

Selanjutnya yang terakhir dari macam-macam qunut adalah qunut witir yang hanya di kerjakan pada separuh akhir bulan ramadhan yaitu sejak malam tanggal 16 hingga akhir ramadhan. Meski ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa qunut witir di kerjakan sebulan penuh, namun pendapat paling kuat dari kalangan madzhab syafi'i hanya berqunut witir separuh ramadhan. Di antara dalil yang menyebutkan tentang ini seperti Atsar Hasan
yang diriwayatkan Imam Abu Dawud

أن عمر بن الخطاب جمع الناس على أبي بن كعب فكان يصلي لهم عشرين ليلة ولا يقنت الا في النصف الباقى من رمضان. رواه أبو داود

“Bahwasanya Umar Ibn Khattab berinisiatif mengumpulkan masyarakat agar shalat tarawih bersama (dengan imam) Ubay Ibn Ka’b, maka beliau shalat tarawih bersama mereka selama 20 malam, dan beliau tidak berdoa qunut kecuali dalam separuh yang kedua (malam 16 Ramadan hingga seterusnya),” (HR. Abu Dawud).

Bacaan Qunut Witir

Sementara Untuk bacaan qunut witir sendiri, sama seperti bacaan qunut subuh yaitu jika di bacakan imam di baca allahhumahdina dan seterusnya apabila sendiri di baca allahummahdini. Jadi setiap kalimat yang berakhiran lafadz "ni" Jika di baca imam di ganti menjadi "na"semoga kalian semua mengerti dengan sekilas penjelasan ini dan tidak menjadikan doa qunut menjadi objek perdebatan yang menimbulkan perpecahan antar umat islam.

Harus di pahami betul bahwa pembahasan mengenai qunut baik itu doa qunut subuh, nazilah dan witir sangat luas sekali, bahkan banyak sekali hadits yang perlu di gali lebih dalam jika ingin benar-benar memahaminya. Sehingga di sarankan kepada siapa saja untuk langsung datang kepada kiayi atau ustadz jika ingin bertanya tentang bacaan doa qunut subuh lengkap witir pendek nazilah Beserta Artinya agar lebih jelas tentang asal pemahaman tersebut dari mana.
© 2020 ALkaromah.Net - Contact - Privacy - Disclaimer