Dasar Dalil Hadits Hukum Puasa Nisfu Bulan Sya'ban Apakah Boleh ?

Puasa bulan sya'ban adalah sebuah anjuran yang memiliki dasar hukum sunnah berdasarkan hadits nabi saw, serta termasuk amalan yang memiliki keunggulan juga keutamaan di dalamnya. Umat islam harus mengisi sya'ban dengan berbagai jenis amalan salah satunya berpuasa sunnah, rasul sendiri lebih memperbanyak berpuasa pada bulan sya'ban di banding dengan bulan lainnya, selain ramadhan.

Pentingnya berpuasa sunnah pada bulan sya'ban, maka kami tidak hanya sekedar menyajikan kajian seputar hukum atau dasar dalil mengenai ibadah ini tetapi juga pada halaman lain telah di bahas seputar niat puasa nisfu sya’ban serta manfaatnya termauk berapa hari boleh melaksanakan puasa sya'ban. Agar kalian yang sudah memahami hukumnya bisa dengan lengkap mengetahui semuanya tentang puasa sya'ban hingga melaksanakannya.

Banyak di antara sehabat semua yang bertanya apa dasar hukum atau hadits mengenai puasa pada bulan sya'ban? perlu di pahami bahwa terdapat beberapa hadits yang menganjurkan untuk mengisi sya'ban dengan berpuasa salah satunya seperti yang di riwiyatkan oleh abu salamah, di mana pada hadits tersebut mengungkapka bahwa nabi saw lebih memperbanyak puasa pada bulan tersebut di banding yang lainnya.

Hukum Puasa Nisfu Bulan Sya'ban

Haditas Tentang Puasa Sya'ban

عَنْ أَبِي سَلَمَةَأَنَّ عَائِشَةَ -رضي الله عنها- حَدَّثَتْهُ قَالَتْ: "لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Salamah, bahwa Aisyah berkata: Nabi tidak berpuasa pada satu bulan lebih banyak selain di bulan Sya’ban. Sesungguhnya Nabi berpuasa pada bulan Sya’ban (seolah-olah) pada seluruh bulan.” (HR. Bukhari)

Salah satu dari adits ini bisa menjadi pegangan bagi umat islam untuk berpuasa sunnah di bulan sya'ban tanpa ragu, serta sangat rugi bagi siapa saja yang membiarkan bulan mulia ini tanpa di manaatkan dan di isi oleh amalan-amalan sunnah. Karena selain sebagai sebuah amalan yang di senangi oleh baginda nabi saw tetapi juga puasa pada sya'ban tersebut memiliki hikmah yang sangat istimewa.

Sedangkan mengenai pelaksanaan puasa setelah nisfu sya'ban, artinya tanggal lima belas akhir bulan sya'ban terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama, menurut madzhab syafi'i haram berpuasa setelah nisfu sya'ban karena termasuk hari syak terkecuali puasa dahar, puasa daud, puasa senin-kamis, puasa nadzar, puasa qadha. Sedangkan menurut madzhab lain di perbolehkan selama mengetahui awal masuknya bulan ramadhan.

Sedikit dari tulisan ini tentunya bisa memberikan pemahaman kepada para pembaca bagaimana hukum puasa sya'ban serta sumber dalil mengenai hal tersebut. Jika seandainya merasa kurang cukup bisa kalian pelajari lebih lanjut semua yang masih ada hubungannya dengan pelaksanaan puasa sya'ban pada halaman lain yang sebelumnya telah kami uraikan secara lengkap.
© 2020 ALkaromah.Net - Contact - Privacy - Disclaimer